LANGIT7.ID, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan jajaran pengurus baru masa khidmat 2022-2027. Daftar pengurus disampaikan ke publik oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya di lantai delapan Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.
"Alhamdulillah kami telah berhasil memutuskan pengurus lengkap PBNU di dalam rapat bersama formatur, yang diikuti oleh rais 'aam dan wakil-wakil rais 'aam yang ditunjuk, ketua umum terpilih, dan wakil ketua umum yang ditunjuk, serta para midformatur, yang melakukan rapat pada tanggal lima Januari di Jakarta, dan dari rapat itu dihasilkan susunan lengkap PBNU," kata Gus Yahya dalam keterangannya, dikutip Kamis (13/1/2022).
Dalam jajaran pengurus baru ini, terdapat sejumlah nama yang aktif sebagai politikus. Sebut saja Nusron Wahid, kader Partai Golkar yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU, kemudian ada Khofifah Indar Parawansa, politikus Partai PKB yang diamanahkan sebagai Ketua.
Baca Juga: Melibatkan Perempuan, Gus Yahya Tetapkan Pengurus PBNU 2022-2027Masih dari PKB, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang kini aktif sebagai Wali Kota Pasuruan menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen). Ketua PDIP Kalimantan Selatan sekaligus pengusaha Mardani H Maming juga masuk dalam jajaran PBNU sebagai Bendahara.
Gus Yahya mengatakan, masuknya para politikus ke tubuh pengurusan NU dalam rangka mengakomodasi berbagai sudut pandang politik. Jajaran ini, katanya, agar PBNU bisa menjaga jarak dengan politik.
“Supaya di dalam kepengurusan (PBNU) nanti satu sama lain bisa saling mengontrol untuk menjaga agar jarak NU dengan berbagai pihak politik tetap sama satu dengan yang lain,” kata Gus Yahya.
Baca Juga: Sowan ke PBNU, Menag Siap Jalin Kerja Sama dengan Seluruh OrmasPengamat politik Universitas Paramadina, Septa Dinata melihat jajaran baru pengurus PBNU konsisten dengan misi Gus Yahya menjadikan NU rumah bagi semua. Menurutn dia, dengan mengakomodir politisi dari berbagai macam warna bendera membuat kekuatan NU lebih besar.
“Sepintas memang bertolak belakang dengan misi Gus Yahya untuk menjaga NU dari politik praktis. Tapi jika dilihat lebih jauh, ini bagian dari strategi agar NU tidak lagi dikooptasi oleh PKB,” ujar Septa.
“Strategi ini akan membuat kekuatan NU tersebar di mana-mana. Di sisi lain juga tidak realistis bagi NU untuk tidak mengakomodir politisi di kepengurusannya,” imbuh Septa.
Baca Juga: Jelang Persib vs Bali United, Adu Tajam Penyerang Bintang(zhd)