Pemerintah di berbagai negara termasuk Indonesia menyusun pelaku perjalanan, khususnya perjalanan internasional yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari ancaman terpapar atau membawa kasus varian baru ke dalam negeri.
Persiapan matang untuk penyediaan stok vaksin dari Pemerintah Pusat pun sejalan dengan program percepatan vaksinasi yang dilakukan oleh para Pemerintah Daerah.
Lewat penerapan protokol kesehatan di seluruh lapisan masyarakat beserta upaya pemerintah mengatasi pandemi Covid-19, harapannya kemunculan varian Omicron tidak akan membuat situasi tak terkendali.
CEO Moderna mulai membunyikan alarm baru di pasar keuangan setelah memperingatkan bahwa vaksin sepertinya kurang ampuh melawan varian yang pertama kali muncul di Afrika Selatan tersebut.
WHO menjelaskan jika peningkatan jumlah orang yang di tes positif dan tingkat rawat inap di Afrika Selatan, tidak selalu bermakna tingkat penularan varian baru atau tingkat keparahannya menjadi lebih tinggi.
Pemberangkatan pimpinan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) dilakukan untuk mempelajari kebijakan baru pelaksanaan umrah setelah Kerajaan Arab Saudi mencabut status suspend penerbangan dari Indonesia.
Indonesia mendapat kiriman vaksin COVID-19 merk Covovax sejumlah 134.500 dosis dari total 10 juta yang direncanakan., pertama kali, Sabtu (27/11/2021).
Dengan keluarnya UEA ini, sangat disayangkan bila tidak dimanfaatkan untuk rakyat Indonesia sendiri, mengingat sampai sekarang belum diketahui kapan pandemi akan berakhir.
Dalam menghadapi Libur Nataru tahun ini, Indonesia dinilai memiliki situasi lebih baik dibandingkan sebelumnya dengan adanya cakupan vaksinasi di atas 60 persen untuk dosis pertama.
Warga negara Indonesia (WNI) yang telah divaksinasi penuh bisa masuk ke Singapura tanpa karantina per 29 November 2021. Kebijakan ini seiring dibukanya pintu perbatasan untuk Indonesia melalui jalur Vaccinated Travel Lane (VTL).
Cakupan vaksinasi di Indonesia dari 208,2 juta sasaran, sekitar 215,6 juta dosis vaksin telah diberikan kepada sekitar 130,3 juta orang yang menerima vaksin (62,5 persen dari sasaran) dosis pertama.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, untuk vaksinasi anak yang direncanakan pada 2022 diperlukan pengadaan baru untuk memenuhi kebutuhan 58,7 juta total dosis vaksin.
Usman kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan. COVID-19 masih mengancam seperti terjadi di beberapa negara yang kasus penyebaran kembali melonjak.
Budi menambahkan Kemenkes akan bekerjasama dengan unsur terkait untuk meningkatkan laju vaksinasi pada lansia. Menurut Budi dibutuhkan trik khusus untuk mengajak gologan lansia mau vaksinasi, karena baru mencangkup 42 persen saja.