Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah pastikan setiap orang mendapatkan haknya terhadap vaksinasi COVID-19 termasuk masyarakat adat.
Gabungan alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) angkatan 1989 menggelar vaksinasi yang menyasar ke warga disabilitas se Jawa Barat.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengungkapkan jumlah orang yang sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Indonesia mencapai 100 juta orang, dengan 57,5 juta orang di antaranya telah mendapatkan dosis lengkap.
Kedatangan vaksin menunjukkan stok vaksin aman. Pemerintah mengejar target pada akhir tahun 2021, 70% masyarakat Indonesia sudah divaksinasi. Per 8 Oktober 2021, 46,52% penduduk sasaran vaksinasi telah mendapatkan suntikan dosis pertama dan 26,49% telah divaksin lengkap.
EUA diterbitkan setelah melalui pengkajian secara intensif oleh BPOM bersama Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan ITAGI terkait dengan keamanan, efikasi, dan mutu vaksin.
Orang-orang kelahiran 1991 ke atas di Swedia yang menerima dosis pertama Moderna, sekitar 81.000 orang. Nantinya, mereka tidak akan diberi dosis kedua dengan vaksin yang sama.
Wapres Ma'rud Amin mengatakan, sampai dengan tanggal 3 Oktober 2021, secara nasional vaksinasi dosis pertama mencapai 45,03% dan untuk dosis kedua 25,29%.
Pemerintah menekankan pemerataan distribusi vaksin menjadi prioritas utama dalam program vaksinasi nasional. Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam siaran pers, Senin (4/10/2021).
Dalam ilmu kesehatan masyarakat, terdapat beberapa tahap pengaruh vaksin terhadap penularan penyakit, yaitu kontrol, eliminasi, dan eradikasi (pemusnahan penyakit)
Perubahan ketentuan Kemenkes itu berdasarkan tingkat keparahan penyintas, sehingga tak semua harus menunggu tiga bulan setelah sembuh untuk mendapatkan vaksin, terutama yang bergejala ringan.
Kelompok remaja (12-17 tahun) yang tercatat baru sekitar 3,8 juta yang mendapatkan dosis pertama dan sekitar 2,5 juta di antaranya telah mendapatkan dosis lengkap.
Dalam situasi sulit , negara membutuhkan alternatif dan pemasukan lain untuk kebutuhan anggaran. Untuk itu, pihaknya terus berupaya agar Kementerian BUMN dapat terus meningkatkan kontribusinya.