kalender Kamis, 23 Juli 2026
HASIL PENCARIAN :

BMKG

Ini Penyebab Gempa Cianjur Begitu Merusak dan Memakan Banyak Korban
Global News 23 November 2022 - 23:00 WIB

Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB begitu merusak dan memakan banyak korban jiwa. Menurut BNPB, per Rabu malam (23/11/2022) tercatat 271 orang telah meninggal dunia sementara 2.043 mengalami luka-luka.

Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa Cianjur Capai 271 Jiwa
Global News 23 November 2022 - 19:40 WIB

Pencarian korban terus diupayakan oleh tim gabungan yang terlibat penanganan bencana gempa Cianjur M5.6, sejak terjadi gempa Senin (21/11/2022) lalu. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut adanya penambahan korban jiwa yang telah ditemukan.

BMKG: Intensitas Gempa Susulan di Cianjur Terus Melandai
Global News 23 November 2022 - 19:03 WIB

Memasuki puncak musim penghujan, BMKG mengimbau pemerintah daerah setempat dan masyarakat mewaspadai kemungkinan bencana alam. Di antaranya longsor dan banjir bandang yang membawa material-material reruntuhan lereng akibat gempa.

Kemenag Segera Perbaiki Tempat Ibadah dan KUA Pascagempa di Cianjur
Global News 23 November 2022 - 14:52 WIB

Kemenag melalui Ditjen Bimas Islam akan membangun kembali KUA yang rusak parah dan merenovasi KUA yang rusak sedang. Selain itu, Ditjen Bimas Islam juga akan memberikan bantuan bagi masjid yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Jokowi Kunjungi Pengungsi Gempa Cianjur, Gelar Rapat Dadakan di Lapangan
Global News 22 November 2022 - 17:39 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi, di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengunjungi pengungsi dan memimpin rapat dadakan di tenda pengungsian.

Sejarah Gempa Sukabumi-Cianjur Sejak 1844
Global News 22 November 2022 - 14:15 WIB

Gempa di wilayah Sukabumi-Cianjur, Jawa Barat, sejatinya bukan pertama kali terjadi. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa yang merusak di kawasan tersebut sudah terjadi sejak 1844.