Hujan merupakan bentuk presipitasi atau endapan dari cairan atau zat padat. Hal itu berasal dari kondensasi yang jatuh dari awan menuju permukaan Bumi.
Secara umum, La Nina juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung dan lain sebagainya.
Indonesia masih diselimuti musim penghujan sejak awal 2022. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan musim kemarau tahun ini diprediksi akan datang lebih lambat karena keberadaan La Nina.
Guna mengantisipasi agar cuaca bisa kondusif, pemerintah menyiapkan beberapa alternatif termasuk teknologi modifikasi cuaca dengan melibatkan BRIN, BMKG, dan TNI AU.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan pegunungan tengah Jateng untuk mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem pada 17-19 Maret 2022.
BMKG menerbitkan peringatan dini kewaspadaan potensi hujan, yang disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat, di wilayah DKI Jakarta.
Gempa bermagnitudo 6,9 mengguncang Nias Selatan, Sumatra Utara, Senin (14/3/2022) dini hari. BMKG menyebut getaran tersebut tak berpotensi menimbulkan tsunami.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan, petir terjadi akibat peristiwa pemisahan muatan positif dan muatan negatif di dalam awan.