Panitia Ramadhan Masjid Istiqlal, Jakarta, menggelar lebih dari 20 program kegiatan ibadah selama Ramadhan 1444 Hijriah mulai dari berbuka puasa bersama hingga iktikaf.
Masjid Istiqlal, Jakarta baru saja meluncurkan Istiqlalverse, sebuah masjid virtual yang ada di metaverse bertepatan dengan perayaan puncak Milad ke-45.
Masjid Istiqlal menjadi rumah ibadah di Indonesia yang bisa disaksikan oleh di dunia virtual atau metaverse. Hal ini sejalan dengan cita-cita Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr KH Nasaruddin Umar.
Istri Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Dato Seri Dr. Hajjah Wan Azizah binti Wan Ismail, berkunjung ke Masjid Istiqlal, Senin (9/1/2023). Dia mengajak umat Islam menerpakan ajaran Islam dalam keseharian.
Penggunaan panel tenaga surya di Masjid Istiqlal tidak seratus persen menggunakan anggaran negara. Tapi juga atas partisipasi dari para jamaah yang disumbangkan melalui ide pihak masjid, yaitu wakaf energi.
Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-77, Masjid Istiqlal menggelar upacara kemerdekaan lintas agama di halaman Masjid Istiqlal, Rabu (17/8/2022). Berikut rangkaian dokumentasinya.
Prof Nasaruddin berpesan, berbagai tantangan yang dihadapi harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pancasila, termasuk dalam menghadapi Pemilu 2024.
Masjid Istiqlal merupakan salah satu masjid kebanggaan Umat Islam Indonesia. Namun ternyata, masjid terbesar di Asia Tenggara ini dirancang oleh arsitek yang beragama Kristen Protestan, Friedrich Silaban.
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar melihat keberadaan perempuan kerap terpinggirkan dari masyarakat. Padahal, Islam sangat memuliakan Perempuan. Di sisi lain, dia tak sepaham dengan gender equality yang menyamakan perempuan dan laki-laki secara total.
Sejak ditunjuk sebagai Imam Besar Istiqlal pada 2016, Prof Nasar membuat grand design renovasi Istiqlal dari segi fisik maupun non fisik. Baginya membangun Masjid Istiqlal bukan hanya dari segi fisik saja, tapi menjadikannya sebagai pusat pemberdayaan umat.
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menegaskan, moderasi tidak bisa disejajarkan dengan liberalisasi maupun westernisasi. Moderasi dalam bahasa Al-Qur'an adalah Islam sebagai rahmatan lil-alamin.