Djarum Foundation merancang jalur emas pembinaan atlet sepakbola putri Indonesia melalui turnamen berjenjang dari KU 10-16. Program ini mendapat dukungan penuh dari PSSI untuk melahirkan talenta unggul.
Sebanyak 112 pesepakbola putri belia terbaik berlaga memperebutkan gelar kampiun di MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah mulai 24 - 26 Januari 2025.
Timo Scheunemman, pelatih UEFA Lisensi A, mengungkap perkembangan pesat sepakbola putri Indonesia melalui program MilkLife Soccer Challenge. Partisipasi meningkat 110% dengan 16.000 peserta di 2024.
Shakila Azalia Ardani, pesepakbola cilik asal Semarang, mencuri perhatian di final MilkLife Soccer Challenge 2024. Siswi kelas 3 SDN Klepu 03 ini mencetak dua gol krusial dan sukses mengeksekusi penalti penentu kemenangan. Penampilannya yang memukau membuka peluang ke All Stars 2025.
Program pembinaan sepakbola wanita yang diinisiasi Djarum Foundation bersama MilkLife berhasil menjaring lebih dari 10.000 peserta dari delapan kota di Indonesia sepanjang tahun 2024.
Program MilkLife Soccer Challenge All-Stars membuka jalan baru bagi talenta muda sepak bola wanita Indonesia. Dengan bimbingan pelatih berlisensi UEFA dari Jerman, 21 pemain Tangerang akan bersaing memperebutkan 14 tempat untuk turnamen di Kudus. Sistem pembinaan profesional ini diharapkan melahirkan pemain timnas masa depan.
Final MilkLife Soccer Challenge 2024 menyajikan drama menarik antara British School Jakarta dan SDN Buaran 01. Pertandingan yang berakhir lewat adu penalti ini membuktikan kualitas sepak bola putri usia dini tidak mengenal status sekolah. Kehadiran pelatih berpengalaman dan prestasi para pemain menunjukkan perkembangan positif sepak bola wanita Indonesia.
Turnamen MilkLife Soccer Challenge Tangerang 2024 membuktikan bahwa sepak bola wanita semakin diminati di Indonesia. Peningkatan drastis dari 376 menjadi 1.351 peserta menunjukkan kemajuan positif olahraga ini di tingkat sekolah dasar. Dengan peserta dari 125 sekolah berbeda, turnamen ini menjadi bukti nyata geliat sepak bola wanita tanah air yang terus berkembang.
Djarum Foundation melalui MilkLife Soccer Challenge menargetkan Indonesia tampil di Piala Dunia sepakbola putri dalam 10-20 tahun mendatang. Program pembinaan bersama PSSI dan ASBWI ini memantapkan jalur pembinaan dari usia muda hingga profesional, termasuk persiapan elite academy klub-klub besar pada 2026.
MilkLife Soccer Challenge tidak hanya mencari juara, tapi juga membuka peluang beasiswa kuliah bagi pesertanya. Victor Hartono dari Djarum Foundation menegaskan bahwa sepakbola bisa menjadi jalan menuju pendidikan tinggi. Program ini didukung penuh PSSI, ASBWI, dan KONI untuk pembinaan jangka panjang.
Andien Haifa menjadi sorotan di MilkLife Soccer Challenge 2024 setelah mencetak 39 gol. Striker cilik SD Cinta Kasih Tzu Chi ini bahkan memborong 8 gol di final. Kemampuan menembak jarak jauh dan naluri mencetak golnya membuat Andien layak disebut calon bintang masa depan sepakbola putri Indonesia.
Albianca Raula dan Anindhita El Hebsyi membuktikan bakat sepak bola putri bisa diasah sejak dini. Di usia yang masih sangat muda, mereka telah menunjukkan prestasi membanggakan. Dedikasi berlatih dan dukungan keluarga menjadi kunci sukses dua bintang muda ini mengejar mimpi menjadi pemain timnas.
Lonjakan peserta MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 membuktikan sepak bola putri semakin diminati. Dari 368 peserta di seri pertama, kini melonjak jadi 1.359 siswi SD. Fenomena ini menunjukkan dukungan kuat orangtua dan sekolah terhadap pengembangan bakat anak perempuan di dunia sepak bola.