Generasi muda berperan penting mendorong ESG di perbankan syariah. Inovasi, tata kelola, dan literasi ESG jadi kunci masa depan keuangan berkelanjutan.
BAZNAS RI meluncurkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa di seluruh Indonesia melalui Rakornas dan BAZNAS Award 2025. Langkah ini memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dengan 12.728 UPZ desa, 2.536 UPZ kecamatan, serta 41.504 UPZ masjid demi optimalisasi dana umat.
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) meluncurkan Green Zakat Framework pertama di dunia bersama UNDP dan BAZNAS. Program ini mengintegrasikan zakat dengan keberlanjutan lingkungan, mengoptimalkan potensi Rp327 triliun untuk mendukung ekonomi hijau dan kesejahteraan umat di Indonesia.
Bank Muamalat bersama BPKH menggelar Synergy Roadshow 2025 di lima kota besar. Fokus pada strategi retail, kinerja semester I 2025 mencatat pembiayaan Rp17,5 triliun, aset Rp60,6 triliun, dan laba Rp10,8 miliar.
BSI konsisten mendorong literasi keuangan syariah di seluruh Indonesia. Dengan 22 juta nasabah, tabungan pelajar Rp1,51 triliun, dan program UMKM Center, BSI sukses raih 3 penghargaan OJK 2025.
BAZNAS resmi meluncurkan AAZRI untuk memperkuat peran amil dari pusat hingga desa. Dengan target 1 juta amil zakat, potensi dana hingga Rp66 triliun siap mendukung Indonesia Emas 2045.
Ekonomi syariah di Indonesia dinilai masih terjebak pada instrumen perbankan, zakat, dan sukuk. CSED INDEF menekankan perlunya strategi lintas sektor dan indikator makro agar ekonomi syariah benar-benar jadi agenda pembangunan nasional.
BCA Syariah tingkatkan transaksi digital lewat aplikasi BSya yang tumbuh 20,1% YoY. Nasabah dimudahkan buka rekening online, zakat, haji, hingga pembiayaan emas dalam satu platform syariah modern.
OJK imbau bank sesuaikan bunga kredit usai BI rate turun jadi 5% pada Agustus 2025. BCA Syariah sebut penyesuaian perlu proses karena menjaga yields dan deposito jatuh tempo.