Indonesia sejauh ini menyuntikkan 94,5 juta dosis vaksin, terdiri dari 60,4 juta dosis pertama dan 34,1 juta dosis kedua. Dengan demikian, baru sekitar 16,4 persen penduduk Indonesia yang mendapatkan vaksinasi lengkap dari total target 208,26 juta orang.
Vaksinasi tersebut merupakan kerjasama antara PMDG dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Ponorogo. Sejak awal Covid-19, PMDG sangat serius menangani wabah dengan tujuan agar keselamatan jiwa santri-santriwati dan para asatidz.
Sputnik-V menjadi vaksin ketujuh yang mendapatkan izin penggunaan darurat di Indonesia. BPOM mengizinkan vaksin Sputnik-V digunakan pada orang berusia 18 tahun ke atas dengan dua kali penyuntikan dalam rentang waktu tiga pekan.
Secara keseluruhan, Indonesia akan menerima sekitar 80 juta dosis vaksin pada September dari berbagai merek antara lain Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer.
Ada pun vaksin dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dua dosis sekaligus dengan memperhatikan sejumlah hal. Pertama, vaksin berisi suspensi beku dengan satu vial berisi maksimal 15 dosis (IP14).
Upaya vaksinasi massal di barat daya Sydney ini digencarkan untuk meminimlaisir jumlah penderita Covid-19 yang meninggal karena tidak atau terlambat mendapat penanganan medis.
Total 200.060 dosis vaksin merek Moderna disiapkan oleh Pemerintaha Provinsi DKI untuk masyarakat umum yang tersedia di 36 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Ibu Kota.