UBN ingin relawan AQL tidak hanya menyalurkan bantuan sembako saja. Namun, ada upaya-upaya pemulihan psikis kepada korban terdampak gempa. Tidak mudah menghilangkan trauma saat diguncang gempa bumi magnitudo 5,6.
Kita bisa melihat betapa lemah dan terpecah belahnya umat Islam saat ini. Umat Islam di Yaman, Suriah, Palestina, Irak, dan Afghanistan sebelumnya adalah mereka yang hidup dalam kemuliaan.
Para Ulama banyak turun mendampingi dan menguatkan para penyintas gempa Cianjur. Salah satunya yaitu Pimpinan AQL Islamic Center Ustadz Bachtiar Nasir yang datang ke Desa di Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu siang (3/12/2022).
Pimpinan AQL Islamic Center, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), meresmikan Masjid Darurat AQL Peduli Desa di Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu siang (3/12/2022). Masjid darurat itu memiliki luas 16 x 8 meter.
Menurut UBN, sejatinya bencana yang terjadi di tengah kehidupan manusia merupakan cara Allah menghapus dosa-dosa manusia. Musibah apapun yang menimpa manusia disebabkan oleh kesalahan dan dosa manusia, sehingga musibah dianjurkan menjadi bahan evaluasi diri atau muhasabah.
Seberat dan sesulit apa pun permasalahan itu, akan sangat canggih sebenarnya, jika kita bertemu dan berkonsultasi kepada Allah kemudian fokus pada pembimbingannya.
Menurut UBN, kecanggihan teknologi informasi memudahkan umat untuk menggali dan mempelajari berbagai ilmu. Bahkan materi-materi akademik yang biasa diajarkan di perguruan tinggi bisa diperoleh melalui internet.
Rumus mendapat pertolongan Allah juga sederhana, yaitu jika kamu menolong agama Allah maka Allah juga akan menolong kamu dan memenangkan kamu dan diteguhkannya kedudukanmu.
UBN mengajak generasi muda memanfaatkan dan menguasai teknologi untuk kepentingan dakwah Islam. Misalnya memanfaatkan media sosial atau smartphone untuk berdakwah.
Mengapa setelah bangsa ini merdeka, sudah banyak jenderal dan banyak orang pintar justru separuh terjajah? Jawabannya adalah generasi penerus yang melanjutkan perjuangan para pahlawan dan pejuang negeri ini adalah keturunan yang buruk. Yaitu, mereka yang kemudian menyia-nyiakan shalatnya.
Umat Islam di Indonesia memiliki karakter suka perdamaian, tidak mudah diprovokasi, dan tidak mudah diadu domba. Sehingga dengan karakter ini menjadi modal kuat bagi terciptanya persatuan yang kokoh.
Memajukan Indonesia menjadi negara yang disegani dan berpengaruh di dunia diperlukan lima instrumen penting. Lima instrumen ini merupakan cita-cita para pendiri bangsa yang termuat pada alinea kedua pembukaan UUD 1945.