Oleh karena itu, sebagai umat Nabi SAW kita seharusnya meningkatkan kualitas serta nilai-nilai ibadah pada hari Jumat. Berikut tiga amalan yang Rasulullah anjurkan di hari Jumat.
Hari Jumat disebut juga sayyidul ayyam atau rajanya hari. Momen ini sebaiknya dimanfaatkan umat untuk merapikan penampilan, bahkan bagian dari sunnah Nabi SAW.
Jumat merupakan hari yang terbaik dalam siklus pekanan menurut ajaran Islam. Allah memuliakan hari Jumat dan mencurahkan rahmatnya lebih besar di banding hari lainnya.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk membaca surah Al-Kahfi di hari Jumat. Ternyata ada berbagai manfaat yang akan didapatkan ummat dari sunnah ini.
Shalat Jumat pertama kali dilakukan oleh Nabi SAW ketika berada di Bani Salim bin Auf dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Nabi berangkat pada awal bulan Rabi al-Awwal dan tiba di Quba tanggal 12 Rabi al-Awwal.
Sebagai makhluk paling sempurna, manusia memiliki amanat menjalankan tugas kekhalifahannya di muka bumi dengan baik. Bekerja merupakan salah satu cara manusia menjalankan fungsinya sebagai khalifah.
Keutamaan berdoa di hari Jumat yakni akan dikabulkan oleh Allah. Namun waktu mustajab memohon solusi tersebut disembunyikan agar ummat berusaha mencarinya.
Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, Allah akan memberikan cahaya di antara Jumat dan Jumat. (HR al-Nasa'i, al-Baihaqi, dan al-Hakim)
Bagi sebagian kita, tentu pernah mengalami tertinggal rakaat (masbuq) dalam pelaksanaan ibadah shalat, termasuk shalat Jum'at. Apa yang harus dilakukan? Bagaimana hukumnya? Simak penjelasannya.