Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 26 April 2026
home masjid detail berita

Hari Istimewa, Ini 7 Amalan Sunnah yang Baik Dilakukan pada Jumat

muhammad rifai akif Jum'at, 31 Desember 2021 - 07:59 WIB
Hari Istimewa, Ini 7 Amalan Sunnah yang Baik Dilakukan pada Jumat
Kumpulan pria muslim tengah membaca Alquran dan berdzikir. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Bagi umat Islam, hari Jumat adalah hari yang paling istimewa dalam sepekan. Bahkan, hari Jumat diistilah sebagai hari lebaran pekanan umat Islam.

Keistimewaannya pun digambarkan dalam hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ.

Artinya: "Sebaik-baiknya hari yang padanya terbit matahari adalah hari Jumat. Pada hari itulah saat diciptakannya Adam, dimasukkannya ia ke surga, dan dikeluarkannya dari surga, dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali di hari Jumat." (HR Muslim).

Baca juga: Keutamaan Kamis dan Bepergian di Hari Ini

Begitu istimewanya Jumat, banyak amalan sunnah yang bisa dilakukan di hari ini. Berikut di antara anjuran Nabi Muhammad SAW untuk umatnya jalankan di hari Jumat tiap pekannya

1. Mandi Jumat

Mandi Jumat sangat dianjurkan bagi laki-laki yang hendak menjalankan ibadah salat Jumat. Diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:

من أتى الجمعة من الرجال والنساء فليغتسل

Artinya: "Barangsiapa yang mendatangi salat Jumat baik laki-laki maupun wanita maka hendaklah mandi." (HR Ibnu Hibban).

Mandi Jumat dilakukan sama seperti mandi besar yaitu membasahi seluruh anggota tubuh dengan air.

2. Bersiwak

Di dalam hadits yang berasal dari Abu Sa'id, Rasulullah SAW bersabda:

"غسلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ، والسواكُ، وَأَنْ يَمَس مَنْ طِيبِ أَهْلِهِ".

Artinya: "Mandi pada hari Jumat wajib atas setiap orang yang balig, juga bersiwak dan mengenakan wewangian keluarganya."

3. Gunting kuku dan mencukur kumis

Hari Jumat dijadikan sebagai hari bersih-bersih. Selain mandi hari Jumat juga sunnah melakukan gunting kuku dan mencukur kumis. Hal ini bisa dilakukan sebelum, ketika, atau setelah mandi.

Dalam sebuah hadits riwayat Baihaqi dan At-Thabrani, Rasulullah SAW memotong kuku dan mencukur kumis setiap hari Jumat, tepatnya sebelum beliau berangkat ke masjid.

كان يقلم أظافره ويقص شاربه يوم الجمعة قبل أن يخرج إلى الصلاة

Artinya: "Adalah Rasulullah SAW memotong kuku dan mencukur kumis pada hari Jumat sebelum beliau pergi salat jumat." (HR Baihaqi dan At-Thabrani)

4. Memakai pakaian terbaik dan wewangian

Setelah bersih-bersih diri, sunnah selanjutnya adalah menggunakan pakaian terbaik dan wewangian, khususnya dalam rangka berangkat salat Jumat.

Dalam hadits juga disebutkan, Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya:

“Barangsiapa yang mandi di hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian salat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jumat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Berangkat ke masjid lebih awal

Sunnah selanjutnya adalah dianjurkan untuk berangkat ke masjid lebih awal dan disunnahkan berjalan kaki. Namun bukan berarti harus berjalan kaki, jika jauh jaraknya dan tidak memungkinkan berjalan kaki, menggunakan kendaraan juga tidak masalah. Terpenting lebih awal berangkatnya.

Diterangkan dalam hadits yang berasal dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan pergi ke masjid di awal waktu.

“Siapa yang berangkat Jumat di awal waktu, maka ia seperti berqurban dengan unta. Siapa yang berangkat Jumat di waktu kedua, maka ia seperti berqurban dengan sapi. Siapa yang berangkat Jumat di waktu ketiga, maka ia seperti berqurban dengan kambing gibas yang bertanduk. Siapa yang berangkat Jumat di waktu keempat, maka ia seperti berqurban dengan ayam. Siapa yang berangkat Jumat di waktu kelima, maka ia seperti berqurban dengan telur.” (H.R Bukhari dan Muslim)

6. Mendekat ke khatib

Sunnah selanjutnya adalah dianjurkan mendekatkan kepada imam atau khatib. Jika sudah berangkat lebih awal ke masjid, maka hendaknya cari tempat yang lebih dekat dengan imam. Bukan mencari tempat yang paling nyaman karena dikhawatirkan justru akan terlelap tidur di dalam masjid.

Dalam hadist yang diriwayatkan Samuroh bin Jundub RA, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:

“Hadirilah khutbah Jumat dan mendekatlah kepada imam/khatib. Karena sesungguhnya seseorang laki-laki yang senantiasa menjauh darinya hingga kelak dia akan diakhirkan ketika hendak masuk surga walaupun dia termasuk penduduk surga.” (H.R Abu Dawud dan Ahmad, dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani).

7. Membaca surat Al-Kahfi dan perbanyak salawat Nabi

Membaca Alquran apapun suratnya tentu akan menjadi pahala dan bernilai besar walaupun cuma satu ayat. Namun ada anjuran sunnah surat yang dibaca dalam Alquran pada hari Jumat, yaitu surat Al-Kahfi.

Baca juga: 5 Tema Khutbah Jumat Terkait Toleransi Beragama, Nomor 3 Sering Kendur

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” (H.R An Nasa’i dan Baihaqi. Dinilai shahih oleh Syaikh Al Albani di Shohihul Jami’ no. 6470)

Selain membaca surat Al Kahfi, anjuran selanjutnya adalah perbanyak salawat kepada Nabi. Seperti sabda Rasulullah SAW berikut ini:

“Sesungguhnya hari paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah salawat kepadaku, karena salawat kalian akan disampaikan kepadaku. Barangsiapa yang banyak bersalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (H.R Abu Dawud, Ibnu Majah, An Nasa’i)

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 26 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)