Militer Israel melanjutkan operasi darat baru di Gaza tengah dan selatan, menambah ketegangan konflik yang telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina. Menteri Pertahanan Israel memberikan ultimatum kepada Gaza untuk mengembalikan sandera dan menyingkirkan Hamas. Serangan terbaru ini terjadi setelah lebih dari 400 warga Palestina tewas dalam serangan udara sehari sebelumnya.
Uni Eropa berencana meminta Israel memulangkan warga Palestina yang mengungsi dari Gaza, sekaligus menawarkan bantuan pembangunan kembali wilayah yang hancur akibat konflik. Berbeda dengan rencana AS yang ingin mengubah Gaza menjadi Riviera Timur Tengah.
Uni Eropa mengambil langkah penting dengan membuka kembali akses di perbatasan Rafah untuk membantu evakuasi korban terluka dari Gaza. Tim kemanusiaan yang terdiri dari 18 petugas siap memfasilitasi bantuan medis bagi warga Gaza yang membutuhkan perawatan darurat.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan peningkatan korban jiwa meski gencatan senjata diberlakukan. Temuan jasad di bawah puing menambah jumlah korban tewas, sementara sistem kesehatan Gaza hampir lumpuh total akibat pertempuran selama 15 bulan.
Insiden penembakan tank Israel di wilayah barat Rafah, Gaza menewaskan dua warga Palestina. Peristiwa ini terjadi saat gencatan senjata dengan Hamas masih berlangsung. Ketegangan di Gaza terus memanas setelah serangan 7 Oktober yang menewaskan ribuan korban jiwa.
Studi terbaru The Lancet mengungkap fakta mengejutkan tentang jumlah korban tewas di Gaza yang mencapai 64.260 jiwa, 40% lebih tinggi dari data resmi. Penelitian menggunakan metode capture-recapture dengan tiga sumber data berbeda untuk memastikan akurasi. Mayoritas korban adalah wanita, anak-anak, dan lansia, mencerminkan dampak konflik yang luar biasa terhadap penduduk sipil Gaza.
Serangan Israel ke RS Al-Wafaa Gaza menewaskan tujuh orang. Israel mengklaim menyerang markas Hamas, tapi Kemenkes Gaza menegaskan rumah sakit masih beroperasi melayani pasien disabilitas. Serangan terjadi setelah Israel menyerang RS Kamal Adwan yang membuat rumah sakit kosong dari pasien dan staf medis. Israel terus melancarkan serangan di berbagai wilayah Gaza meski fokus operasi di Gaza utara.
Situasi Gaza masih mencekam di tengah upaya perdamaian yang terus berlangsung. Mediator AS dan Arab bekerja keras mencari jalan keluar, namun serangan Israel masih terus terjadi. Dalam sehari, 41 warga Palestina kehilangan nyawa termasuk mereka yang berlindung di pengungsian. Israel mengklaim menyasar markas Hamas, tapi korban sipil terus berjatuhan.
Konflik berkepanjangan antara Gaza dan Israel telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. Data terbaru menunjukkan lonjakan korban jiwa yang signifikan, mencapai 43.061 orang tewas dan lebih dari 100 ribu luka-luka. Angka ini terus bertambah seiring berlangsungnya konflik yang telah memasuki tahun kedua, menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak.
Indonesia, dengan pengalaman penjajahan, menolak hubungan dengan Israel atas perlakuannya terhadap Palestina. Konflik Israel-Palestina telah menewaskan ribuan warga Gaza, termasuk wanita dan anak-anak. Meski dukungan global untuk Palestina meningkat, Israel tetap bersikukuh. Indonesia menegaskan pentingnya menjunjung konstitusi dan nilai kemanusiaan dalam menghadapi isu ini.