LANGIT7.ID-Jakarta; Upaya mencari jalan damai di Gaza terus berlangsung. Amerika Serikat dan perwakilan negara Arab tak henti bekerja keras mengupayakan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Namun di sisi lain, kondisi Gaza masih mencekam. Tim medis melaporkan serangan Israel telah merenggut nyawa 41 warga Palestina pada Kamis.
Para mediator yang berkumpul di Mesir dan Qatar sedang berusaha menghentikan perang yang sudah berlangsung 14 bulan di wilayah Gaza. Mereka membahas rencana pembebasan warga Israel yang ditawan Hamas sejak 7 Oktober 2023, sekaligus membicarakan nasib tahanan Palestina yang ditahan Israel.
Baca juga: Dukungan Menguat, Anggota Parlemen Inggris Serukan Pengakuan PalestinaKabar baiknya, beberapa perbedaan pendapat mulai menemukan titik temu. Namun masih ada beberapa hal yang perlu dibahas lebih lanjut untuk mencapai kesepakatan final.
Sementara pembicaraan damai berlangsung, Gaza masih diselimuti duka. Tim medis mencatat sedikitnya 13 warga Palestina meninggal dalam serangan udara Israel semalam. Serangan ini menghantam dua rumah di Kota Gaza dan sebuah kamp di wilayah tengah.
Baca juga: 137 Negara Dukung Resolusi PBB Terkait Bantuan Kemanusiaan PalestinaTak berhenti di situ, sembilan nyawa melayang akibat serangan di dekat kamp pengungsi Shati, Kota Gaza. Empat korban lain tewas saat Israel menyerang kawasan perumahan dekat Beit Lahiya di bagian utara. Pihak Israel belum memberikan tanggapan soal kejadian ini.
Bertambah lagi 15 warga Palestina yang kehilangan nyawa pada Kamis siang. Mereka tewas saat Israel melancarkan serangan ke dua tempat penampungan pengungsi di kawasan Tuffah, pinggiran timur Kota Gaza. Total korban tewas hari itu mencapai 41 orang.
Militer Israel mengklaim mereka menyerang markas pejuang Hamas di kompleks bekas Sekolah Al-Karama dan Sha'ban di Tuffah. Menurut mereka, Hamas menggunakan lokasi tersebut untuk merencanakan dan melancarkan serangan ke pasukan Israel.
(lam)