Perundingan gencatan senjata Gaza berlanjut di Qatar, dengan harapan mengakhiri 10 bulan konflik dan membebaskan sandera. AS mendesak kompromi, sementara ancaman Iran meningkatkan urgensi. Hamas dan Israel masih berselisih, namun peluang kesepakatan tetap ada. Pertempuran terus berlanjut di Gaza, menambah kebutuhan mendesak akan perdamaian.
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menyatakan dirinya berisiko dibunuh karena mengejar kesepakatan dengan AS dan Israel. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan masalah Palestina untuk keamanan regional. Strategi ini dilihat sebagai upaya cerdas untuk menekan Israel agar menyetujui kesepakatan yang menguntungkan Saudi, meskipun ada tantangan dari Netanyahu.
Minouche Shafik, presiden Universitas Columbia, mengundurkan diri setelah menangani protes perang Gaza. Keputusan ini diambil setelah periode pergolakan yang berdampak pada keluarganya. Shafik, wanita pertama yang menjabat posisi tersebut, memiliki latar belakang impresif di lembaga-lembaga internasional. Pengunduran dirinya bertujuan untuk memungkinkan universitas menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik.
Menlu AS Blinken dan PM Qatar memperingatkan semua pihak untuk tidak merusak pembicaraan gencatan senjata Gaza. Mereka menekankan pentingnya meredakan ketegangan di kawasan. Presiden Biden bergabung dengan pemimpin Mesir dan Qatar mendesak dimulainya pembicaraan. AS juga mendesak Iran tidak melakukan serangan balasan terhadap Israel dan mengecam tindakan menteri sayap kanan Israel di kompleks Al-Aqsa.
Kontroversi melanda Israel setelah kunjungan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir ke Masjid Al-Aqsa. Lima rabbi terkemuka mengecam doa Yahudi di situs suci ini, menegaskan larangan memasuki kompleks tersebut. Tindakan Ben-Gvir menuai kritik global dan memicu ketegangan di tengah upaya gencatan senjata di Gaza. Peristiwa ini menyoroti sensitifitas isu keagamaan di wilayah tersebut.
Hamas kehilangan kepercayaan pada AS sebagai mediator gencatan senjata di Gaza. Osama Hamdan, pejabat senior Hamas, menyatakan kelompok tersebut hanya akan berpartisipasi dalam pembicaraan jika fokus pada implementasi proposal Presiden Biden. Ketidakpercayaan ini muncul di tengah konflik yang telah berlangsung 10 bulan, menewaskan ribuan orang dan mengancam stabilitas regional. Hamas menuduh Israel tidak bernegosiasi dengan itikad baik, sementara Israel membantah tuduhan tersebut.
Mitra di Qatar berjanji menghadirkan Hamas dalam pembicaraan gencatan senjata Gaza. AS optimis negosiasi berlanjut. Namun, Hamas menuntut rencana konkret, bukan sekadar dialog. Pejabat Hamas membantah laporan kehadiran mereka. Situasi ini menegangkan dinamika proses perdamaian di Timur Tengah. Semua pihak menanti perkembangan terbaru.
Menlu AS Blinken mendesak PM Israel Netanyahu mencegah provokasi di Masjid Al-Aqsa setelah insiden doa menteri sayap kanan ekstrem. Blinken menegaskan tindakan tersebut tidak sejalan dengan kebijakan Israel dan memperburuk ketegangan. AS berharap Israel mencegah insiden serupa dan fokus pada upaya diplomatik untuk gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza.
Menteri sayap kanan Israel memimpin doa di kompleks Masjid Al-Aqsa, memicu kritik keras dari AS. Tindakan ini dianggap melanggar status quo dan menghambat upaya gencatan senjata di Gaza. AS menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan di tempat-tempat suci Yerusalem. Insiden ini menambah ketegangan di tengah konflik Israel-Palestina yang berkelanjutan.
Ketegangan meningkat di Yerusalem setelah penyerbuan kontroversial ke Masjid Al-Aqsa oleh pejabat Israel. Arab Saudi dan Yordania mengecam keras tindakan ini, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional. Peristiwa ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di wilayah sensitif tersebut. Komunitas internasional didesak untuk mengambil tindakan tegas menghadapi provokasi berkelanjutan ini.
Hamas menolak negosiasi baru untuk gencatan senjata Gaza, meminta mediator kembali ke kesepakatan 2 Juli 2024. Kelompok ini menuduh Israel melakukan genosida, sementara Israel menyatakan siap berunding. Konflik yang dimulai Oktober lalu telah menewaskan ribuan orang di kedua pihak, memicu krisis kemanusiaan di Gaza.
Israel memperluas perintah evakuasi di Khan Younis, Gaza Selatan, memaksa puluhan ribu warga Palestina mengungsi di malam hari. Serangan udara Israel ke sekolah penampungan di Kota Gaza menewaskan 90 orang. PBB menyatakan tak ada area aman di Gaza. Hampir 40.000 warga Palestina tewas sejak awal konflik. Israel kehilangan 329 tentara.
Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Josep Borrell, mengecam keras serangan Israel ke sekolah penampungan di Gaza. Dia menyebut tidak ada pembenaran untuk pembantaian tersebut. Setidaknya 10 sekolah telah diserang dalam beberapa minggu terakhir, menimbulkan keprihatinan serius terhadap keselamatan warga sipil di zona konflik.