Pelatih Skuad Garuda Asia, Bima Sakti meminta maaf atas performa tim yang buruk dalam laga ini. Anak asuhnya itu harus tertinggal bahkan dengan skor 0-5 pada babak pertama.
Imbas hasil buruk tersebut, Indonesia yang mendapat poin 3 dan selisih gol -3, kalah dari Laos yang sama-sama mendapat poin 3 tapi dengan selisih gol -2.
Kepastian itu datang setelah skuad Garuda Asia takluk mengenaskan 1-5 dari Malaysia di pertandingan terakhir Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17, Ahad (9/10).
Indonesia belum dipastikan lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2023. Hal itu dikarenakan Malaysia sukses mengalahkan Uni Emirat Arab (UEA) dengan skor tipis 3-2.
Huda meminta agar PSSI melakukan perbaikan tata kelola sepak bola di Indonesia. Menurutnya, tragedi Kanjuruhan menjadi cambuk bagi sepak bola Indonesia untuk berbenah.
Meski demikian, Indonesia belum dipastikan lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2023. Hal itu dikarenakan Malaysia sukses mengalahkan Uni Emirat Arab (UEA) dengan skor tipis 3-2.
Timnas Indonesia saat ini memuncaki klasemen Grup B dengan koleksi enam poin dari dua laga. Kemenangan kedua diraih skuad Garuda Asia usai menjungkalkan Uni Emirat Arab (UEA) dengan skor tipis 3-2.
PSSI Pers kembali menggelar gelaran turnamen tersebut setelah vacum selama empat tahun, namun dengan format berbeda pada sebelumnya. Edisi tahun 2018, sejumlah tim yang bertanding merupakan antar organisasi wartawan.
Asprov PSSI Jatim berharap proses investigasi selesai secepatnya dan masalah terkait Tragedi Kanjuruhan bisa segera tuntas dan menghasilkan yang terbaik untuk sepak bola Nasional.
UEA terus menekan pertahanan Indonesia guna mencari gol penyeimbang. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil lantaran pemain Indonesia tampil solid menghadang lajur serangan.
Indonesia baru mampu memecah kebuntuan melalui Nabil Asyura pada menit ke-18'. Memanfaatkan umpan silang terukur Habil di sisi kiri, Nabil menyambut dengan sepakan first time yang tak mampu dibendung kiper UEA.