Indonesia dan Kanada memperkuat kerja sama ekonomi melalui CEPA, fokus pada mineral kritis dan energi bersih. Kedua negara menargetkan penandatanganan kesepakatan pada 2025. Nilai perdagangan bilateral mencapai USD 3,44 miliar tahun 2023, dengan pertumbuhan ekspor nonmigas yang signifikan di tahun 2024.
Indonesia dan Kanada memperkuat hubungan bilateral melalui kerja sama teknologi bersih dan infrastruktur. Penandatanganan CEPA membuka peluang besar bagi kedua negara mengembangkan inovasi ramah lingkungan. Dengan nilai perdagangan USD 3,4 miliar, kerja sama ini menjanjikan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Kemudahan akses pasar Indonesia ke Kanada terbuka luas dengan penandatanganan CEPA. Kerjasama ini memungkinkan produk UKM mudah menembus pasar Kanada dengan tarif yang ringan. Tak hanya itu, komitmen pemberdayaan perempuan dan kehadiran 180 perusahaan Kanada memperkuat prospek ekonomi kedua negara.
Indonesia mencapai terobosan penting melalui penandatanganan CEPA dengan Kanada yang membuka akses pasar hingga 90,5% pos tarif. Kesepakatan bernilai USD 1,4 miliar ini memberi peluang besar bagi ekspor produk unggulan Indonesia, dari tekstil hingga sawit, sekaligus menarik 180 perusahaan Kanada berinvestasi.
Indonesia dan Kanada sukses menyelesaikan perundingan CEPA setelah 10 putaran. Mendag Budi Santoso dan Menteri Kanada Mary Ng akan menandatangani kesepakatan pada Desember 2024. Kerjasama ini mencakup 23 isu penting termasuk perdagangan barang, investasi, dan sektor prioritas seperti mineral kritis.
Wamendag Roro Esti memimpin putaran ke-10 perundingan CEPA Indonesia-Kanada di Bandung. Target kesepakatan substansial diharapkan tercapai akhir tahun ini. Fokus pembahasan meliputi akses pasar, investasi, dan mineral kritis. Perundingan ini membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia menembus pasar Kanada melalui tarif preferensi.