Kematian Yazdigird III memupus sisa perlawanan Persia. Di pinggiran Kaspia, api penentangan terakhir berkobar, berujung cekcok antar-pasukan Muslimpertanda retak awal di tubuh ekspedisi Syam dan Kufah.
Diusir dari takhta dan terombang-ambing di perbatasan Turki, Yazdigird III tak menyerah. Dari Fergana ke Khurasan, ia menggerakkan kembali bayang kekaisaran Persia, memantik perang demi perang di timur.
Terdesak di tanah sendiri, Yazdigird III mencoba merajut kembali mahkota Sassaniyah. Dari Samarkand hingga Merv, langkahnya dibayang-bayangi kecurigaan sekutu dan pembangkangan bangsanya sendiri.
Di balik ekspansi yang terus meluas, Utsman bin Affan menghadapi gelombang pembangkangan di Persia. Perjanjian dilanggar, para pemimpin lokal menolak tunduk, dan pasukan Muslim kembali turun ke gelanggang.
Di balik gejolak Azerbaijan dan Armenia pada awal kekhalifahan Utsman bin Affan, bayang-bayang ambisi Persia Sasanid dan Rumawi Timur ikut menyalakan bara. Dua imperium tua itu berusaha merebut ulang pengaruh yang hilang.
Kepemimpinan Islam zaman Khalifah Umar bin Khattab mencatat sejarah gemilang melalui tokoh muda Ahnaf bin Qais. Kisah sukses pemimpin Bashrah ini menunjukkan bagaimana kecerdasan diplomasi dan strategi penaklukan berhasil memperjuangkan kesejahteraan umat Islam dan mengalahkan Kekaisaran Persia.