Indonesia memiliki keunikan karakter dalam beragama. Pertama karena keragaman agama dan karakter beragama itu sendiri. Di negeri ini ada Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha dan juga Konghucu.
Lewat Komunitas Hijrah, anak-anak punk ini diajari shalat dan mengaji. Tak mudah memang. Bahkan penolakan demi penolakan kerap mereka dapatkan. Tetapi, mereka terus mencari jalan untuk masuk dengan motto Proses Menjadi Baik.
Komunitas Biker Subuhan terus melakukan aksi dakwahnya dengan menggelar acara-acara berbau otomotif, namun dengan pendekatan islami. Seperti menyediakan mushola dan menunda acara jika waktu shalat tiba.
Mereka ingin menularkan rasa bangga itu kepada khalayak luas. Tidak muluk-muluk, mereka mengajak semua anggota komunitas mengamalkan ajaran Islam mulai dari yang mudah seperti selalu bersyukur, berbuat baik, atau membiasakan diri membaca Alquran serta mengamalkan isinya.
BBN berkonsentrasi memikirkan masyarakat kawasan padat penduduk dan kumuh. Mereka sangat rentang terkena Covid -19 karena padatnya tempat tinggal mereka, sanitasi air, dan udara yang buruk, Sehingga daya tahan tubuh masyarakat seperti ini juga relatif rendah.
Komunitas yang berdiri sejak 2016 itu merupakan sarana pemersatu wanita atau muslimah yang telah bercadar dan ingin bercadar. Komunitas itu menerima siapapun yang ingin menjadi anggota tanpa memandang latar belakang seseorang.
Komunitas Baper sering mengadakan kajian seminar parenting atau pra-nikah, workshop, pelatihan, bedah buku, kegiatan sosial dan talkshow dengan tema yang disesuaikan dengan kebutuhan muslimah.
Banyak komunitas hijrah menawarkan fasilitas hapus gratis untuk orang baru saja hijrah. Salah satu komunitas hijrah yang konsen membantu pemuda hijrah menghapus tato adalah Hijrah Care.
Dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 276, Allah berfirman, Allah memusnakan riba dan menyuburkan sedekah. Ayat tersebut menjadi salah satu dasar MTR dalam menjalankan roda komunitas.
Awalnya komunitas ini berdiri karena keprihatinan bahwa mayoritas pengusaha muslim tidak sesukses dengan pengusaha nonmuslim. Tak hanya itu, perekonomian umat Islam terkesan tertinggal, sehingga perlu ada terobosan sebagai upaya peningkatan kualitas para pengusaha muslim.