PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.
Menyusul tragedi tabrakan maut antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL, Stasiun Bekasi Timur untuk sementara waktu tidak melayani penumpang. Selain itu, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh hari ini dibatalkan.
Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dan dalam kondisi selamat. Sementara itu, puluhan penumpang KRL dilarikan ke RS dan informasi terbaru yang didapat, 5 orang meninggal dunia.
Insiden KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi sekira pukul 20.52 WIB. Manajer Humas Daop 1 KAI, Franoto Wibowo mengatakan bahwa awal mula insiden itu adalah KRL terlebih dahulu menabrak taksi, sehingga posisinya terhenti.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi pada Senin, 27 April 2026.
Insiden tabrakan maut melibatkan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya dengan kereta rangkaian listrik (KRL) terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Sedikitnya 30 orang tewas dan 64 lainnya luka-luka setelah sebuah derek konstruksi (crane) jatuh menimpa kereta yang sedang bergerak di timur laut Thailand.