Penceramah milenial, Ustadz Hanan Attaki menjelaskan untuk menjadi mukmin yang ideal atau baik, sehingga Allah SWT menyukainya ialah ketika umat diuji dia bersabar dan diberi nikmat dia bersyukur.
Ustaz dengan style gaul ini menuturkan, Allah sangat mencintai setiap mukmin tanpa terkecuali. Kecintaan-Nya terlihat bahwa Allah memanggil seluruh kaum mukmin sebagai hamba-Nya, mulai dari orang salih sampai ahli maksiat.
Pria berusia 40 tahun ini turut mengingatkan agar setiap mukmin tidak terlena dengan nikmat yang Allah berikan. Kendati menikmati hidup tidak dilarang dalam agama.
Allah pun tidak menutup pintu taubat kepada mereka yang jauh dari ajaran agama. Karena Sang Khalik Maha Pengampun dan Maha Pemaaf, itulah kebaikan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya.
Sifat orang mukhlis cenderung masih belum sekuat mukhlas. Artinya, jika dia dipuji maka dia akan merasa sangat senang. Namun ketika mendapatkan celaan ataupun hinaan, maka dirinya akan merasa down.
Ustaz Hanan menegaskan, Allah SWT itu tidak benci kepada hamba-Nya yang tidak merasa putus asa. Dan Allah selalu bersama mereka yang berharap kepada-Nya.
Iman kuat yang dimiliki seorang muslim akan menuntunnya ke jalan yang lurus meski terhantam badai ujian bertubi-tubi. Sebab, iman merupakan inti dari sikap dan perilaku umat muslim.
Pendakwah milenial, Ustaz Hanan Attaki mengatakan, dukungan memang diperlukan oleh setiap orang agar lebih mudah dalam menjalani perjalanan hidup. Umumnya dukungan memang datang dari orang-orang terdekat kita.
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,
Menurut dia, kekuatan iman itu perlu dijaga agar mampu selalu melakukan amal perbuatan baik dan menghindari larangan Allah SWT. Adapun cara yang dapat dilakukan yakni dengan mendengarkan nasihat-nasihat yang baik ataupun hadir di dalam majelis ilmu.
Menurut Ustaz Hanan Attaki, ada sebuah penelitian yang menemukan bahwa alasan yang kerap menunda kebaikan karena timbulnya rasa perfeksionis. Dalam konteks tersebut, orang kerap merasa jika tilawah satu ayat itu tidak terlalu bernilai.
Menurut dia, jika kaum muslimin apalagi anak muda kembali ke jalan Allah yang lurus atau bertaubat, maka Allah akan memperbaiki masalah-masalah yang mereka hadapi.