Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home masjid detail berita

Perbedaan Mukhlis dan Mukhlas, Ini Penjelasan Ustaz Hanan Attaki

Andi Muhammad Ahad, 16 Oktober 2022 - 10:36 WIB
Perbedaan Mukhlis dan Mukhlas, Ini Penjelasan Ustaz Hanan Attaki
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Terkadang ada di antara umat muslim yang belum mengetahui perbedaan antara mukhlis dan mukhlas. Bahkan tak sedikit yang masih belum mengerti definisi dari kedua istilah tersebut.

Menurut pendakwah milenial Ustaz Hanan Attaki, mukhlis merupakan seseorang yang tengah belajar untuk menjadi ikhlas. Sementara mukhlas adalah satu tingkat di atas mukhlis, yakni orang yang sudah benar-benar memiliki sifat ikhlas dalam menghadapi sesuatu.

"Jadi orang mukhlas itu tidak ada bedanya antara dipuji ataupun dicela," kata Ustaz Hanan Attaki dalam pceramahnya di kanal Hanan Attaki, dikutip Ahad (16/10/2022).

Baca Juga: Kandungan Surat Ali Imran Ayat 134: Sifat Hamba yang Bertakwa

Sementata itu, sifat orang mukhlis cenderung masih belum sekuat mukhlas. Artinya, jika dia dipuji maka dia akan merasa sangat senang. Namun ketika mendapatkan celaan ataupun hinaan, maka dirinya akan merasa down.

Jadi sebelum tergolong mukhlas, seseorang akan belajar terlebih dahulu sebagai mukhlis. Sebab seseorang yang sudah bisa dibilang mukhlas, dia tidak akan terlena dengan sikap atau perkataan apapun yang dilontarkan oleh orang lain.

"Orang mukhlas bagi dia sama antara pujian dan celaan, orang mukhlas sama di mata dia antara orang yang membalas kebaikannya atau justru menghianati kebaikannya, dia tetap menolong orang tersebut," jelas pendakwah milenial ini.

Dalam sebuha hadits Rasulullah dikatakan, jika hati baik, maka baiklah anggota badan yang lain. Jika hati rusak, maka rusak pula yang lainnya.

Baiknya hati dengan memiliki rasa takut, rasa cinta pada Allah dan ikhlas dalam niat. Rusaknya hati adalah karena terjerumus dalam maksiat, keharaman dan perkara syubhat (yang masih samar hukumnya).

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR Bukhari nomor 52 dan Muslim nomor 1599).

Baca Juga: Ustaz Wildan Kenang Koh Steven: Sosok Mujahid Tiada Dua

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)