LANGIT7.ID - , Jakarta - Dalam Islam,
Jumat disebut sebagai penghulunya hari. Di mana banyak keistimewaan yang tersimpan di dalamnya. Salah satu yang identik dengan hari Jumat adalah
bersedekah.
Seperti firman Allah SWT dalam
surat Al Baqarah ayar 254.
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَا عَةٌ ۗ وَا لْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.”
Baca juga: Tafsir Ali Imran Ayat 134: Sedekah dalam Kondisi Lapang dan SempitAyat tersebut menganjurkan umat Islam untuk senantiasa bersedekah dengan menyisihkan sebagian rezeki yang diberikan Allah SWT.
Pendakwah
Ustaz Hanan Attaki mengatakan ada dua ayat dalam Al-Qur'an akan janji Allah SWT bagi mereka yang senang bersedekah, baik itu secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan.
Dalam surat Fatir ayat 29-30, Allah SWT berfirman:
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَٰرَةً لَّن تَبُورَ
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,"
لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ غَفُورٌ شَكُورٌ
"Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Menghargai."
Baca juga: Keajaiban Sedekah Mampu Mencegah Musibah"Di dalam ayat ini, Allah SWT menjanjikan banyak hal kepada orang yang berinfak. Di antaranya adalah
perniagaan atau
perdagangan yang tidak mungkin merugi," jelas Ustaz Hanan di channel Muslimidia, dikutip Jumat (16/9/2022).
Ketika kita, lanjut Ustaz Hanan, menyisihkan rezeki untuk berinfak untuk masjid, membantu orang lain, dan menginfakkan untuk keluarga, maka mustahil infak itu membawa kerugian.
Selanjutnya Allah SWT akan membalas bagi mereka yang senang bersedekah dengan imbalan. Kemudian Allah Ta'ala juga akan memberikan anugerah yang tidak disebutkan secara spesifik bentuknya.
"Ini menjadi kejutan bagi kita, karena bisa berbentuk kebahagiaan, kemuliaan, kehormatan, kemuliaan, keluarga dan banyak hal. Karena itu salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda adalah berinfak, baik terang-terangan atau sembunyi-sembunyi," pungkas Ustaz Hanan.
Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Senyum Adalah Sedekah Paling Mudah(est)