Kementerian Kesehatan menginstruksikan seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) agar memasang QR Code yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi di setiap akses keluar masuk di lingkungan instansi.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi memperkirakan program tersebut bergulir pada 2022 jika seluruh persiapan telah diselesaikan.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menetapkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat penularan COVID-19 rendah atau Level 1 per Senin (25/10/2021).
Bagi rumah sakit dan Lab penyelenggara pelayanan COVID-19 yang nakal, maka akan kami tindak tegas dengan diblok hasil pemeriksaannya dari aplikasi PeduliLindungi, tegas Kadir melalui keterangan tertulisnya.
Berdasarkan laporan WHO per 26 Oktober 2021, terjadi peningkatan jumlah kasus maupun kematian di tingkat global dan regional Eropa yang berkontribusi lebih dari 50% total penambahan kasus baru dan sekitar 14% dari total kematian baru.
Kadir berandai-andai, jika tanpa pemeriksaan tes RT-PCR, maka ketika ada penumpang positif yang lolos naik pesawat terbang, semua penumpang tersebut harus diisolasi
Kemenkes juga meminta kepada Dinas Kesehatan daerah dan Kabupaten/Kota untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap ketentuan pelaksanaan batas tertinggi tarif pemeriksaan RT-PCR.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan sanksi bertahap kepada rumah sakit atau laboratorium yang tidak melakukan pemeriksaan real time polymerase chain reaction (RT-PCR).
Nadia mengatakan bahwa kedatangan vaksin berkelanjutan ini merupakan wujud pemerintah dalam mengejar kekebalan komunal atau capaian vaksinasi di atas 70 persen.
Data teranyar kasus TBC menunjukkan sebanyak 301 kasus per 100 ribu penduduk, dan saat ini Indonesia berada di posisi ke-3 kasus TBC terbanyak tingkat global.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah pastikan setiap orang mendapatkan haknya terhadap vaksinasi COVID-19 termasuk masyarakat adat.
Selain COVID-19, cuci tangan pakai sabun dapat menurunkan penyakit diare hingga 30% dan ISPA hingga 20%. Dua penyakit tersebut merupakan penyebab utama kematian balita di Indonesia.