Dari total kasus konfirmasi, sebanyak dua orang meninggal dunia dan 20 orang memerlukan perawatan di Rumah Sakit (RS). Namun, tingkat perawatan dan kematian pasien Omicron relatif lebih rendah dibandingkan dengan varian Delta.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerbitkan Surat Edaran Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron pada 17 Januari 2022.
Mendukung program pemerintah untuk percepatan vaksin bagi anak usia 6-11 tahun dan booster, Danone Indonesia bersama PT Indomarco Prismatama (Indomaret) menggelar Sentra Vaksin Generasi Maju.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatatkan adanya penambahan penerima vaksinasi dosis ketiga atau booster sebanyak 2.180 warga per hari Sabtu (15/1).
Menurut Nadia, mayoritas orang yang terserang Omicron tidak mengalami gejala sakit atau hanya mengalami gejala ringan sehingga tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Masyarakat yang termasuk dalam kelompok prioritas penerima vaksin booster untuk mengecek tiket dan jadwal vaksinasi di website dan aplikasi PeduliLindungi.
Stok vaksin yang dimiliki Indonesia berasal dari kontrak pengadaan vaksin tahun lalu yang akan dikirimkan di awal 2022. Selain itu, vaksin juga didapatkan melalui kerja sama bilateral dan multilateral.
Ada 17 platform layanan medis online yang siap memberikan jasa konsultasi dokter dan pengiriman obat secara gratis bagi pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri.
Sebanyak 99 persen kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. Sementara 97 persen kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta.
Beredar kabar bahwa data pasien Covid-19 milik Kemenkes diduga mengalami kebocoran dan dijual di raid forum. Data pasien yang bocor itu terkait dengan nomor kependudukan dan data keluhan pasien.
Vaksin booster akan diberikan ke golongan dewasa di atas 18 tahun sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin booster gratis melalui subsidi pemerintah diberikan kepada masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI), khususnya kalangan lansia.
Menkes Budi mengungkapkan bahwa 98 persen kasus Omicron di Indonesia terjadi pada pelaku perjalanan internasional. Oleh karena itu, pemerintah akan memperketat karantina bagi pelaku perjalanan tersebut.