LANGIT7, Jakarta - Pejabat
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kasus infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 varian B.1.1.529 atau Omicron di Indonesia bertambah 92 menjadi 506 kasus pada Senin (10/1/2022).
Juru Bicara Kementerian Kesehatan
Siti Nadia Tarmizi sebagaimana dikutip dalam keterangan pers pemerintah yang diterima di Jakarta mengatakan, 415 dari 506 orang yang terinfeksi Omicron merupakan warga negara Indonesia dan warga negara asing yang punya riwayat melakukan perjalanan ke luar negeri. Sedangkan jumlah penderita infeksi Omicron yang mengalami transmisi lokal, menurut dia, sebanyak 84 orang.
Baca Juga: Vaksin Booster Dimulai Hari Ini, Cek Tiket Vaksinasi di PeduliLindungiMenurut Nadia, mayoritas orang yang terserang Omicron tidak mengalami gejala sakit atau hanya mengalami gejala ringan sehingga tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit. Oleh karena itu, dia mengatakan, Kemenkes menyediakan pelayanan kesehatan dari jarak jauh bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah.
"Kami bekerja sama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi di rumah," kata Nadia di Jakarta, Rabu (12/1/2022).
Baca Juga: Kabar Gembira, Empat Warga Depok Terserang Omicron SembuhDia menambahkan, Kemenkes menyertakan penggunaan obat Monulpiravir dan Plaxlovid dalam terapi pasien Covid-19 gejala ringan. Nadia mengimbau, warga siaga menghadapi gelombang penularan
Omicron karena varian virus penyebab Covid-19 itu tingkat persebarannya sangat cepat.
Dalam upaya menekan risiko penularan Covid-19, selain memberlakukan aturan perjalanan dan ketentuan karantina ketat, pemerintah berupaya meningkatkan kekebalan warga terhadap serangan virus dengan menyediakan layanan pemberian vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi penguat bagi warga berusia 18 tahun ke atas. (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga:
Kasus Omicron Bertambah, Total Mencapai 318 Orang
Terlambat Dua Bulan? Anda Masih Bisa Disuntik Vaksin Dosis Kedua(asf)