Data vaksinasi Kemenkes menyebut per 17 September 2021, dosis 1 vaksin gotong royong 942.746 (6,28 persen) dan dosis 2 703.096 (4,69 persen) dari target sekitar 15 juta dosis.
Dalam skenario pertama, Budi memperkirakan akan ada 1,9 juta kasus Covid-19 di Indonesia dalam setahun. Sedangkan pada skenario kedua mencapai 3,9 juta.
Sebanyak 27,2 juta orang yang masuk kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) seperti pelaku usaha mikro atau orang yang bekerja tanpa kontrak mengikat akan ditanggung pemerintah daerah.
Hingga 12 September 2021, PT Bio Farma (Persero) mendistribusikan 154.204.078 dosis vaksin Covid-19 ke seluruh wilayah Indonesia. Khusus pada bulan ini saja, kata dia, tercatat 24,3 juta dosis vaksin tersalurkan.
Indonesia menerima kedatangan vaksin tahap 59 dan 60 Sinovac siap pakai tiba secara bersamaan. Pemerintah terus bekerja keras dalam mendatangkan vaksin melalui berbagai skema, yakni multilateral, bilateral dan pembelian langsung.
Sejauh ini, kebanyakan vaksin Covid-19 hanya diterima penduduk di negara dengan penghasilan menengah ke atas dan tinggi. Hanya 20 persen dari pasokan vaksin global yang tersedia untuk negara berkembang.
Jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi lengkap dan harus dirawat hanya berjumlah 0,17 persen. Sedangkan yang belum divaksinasi dan harus dirawat sebanyak 0,35 persen.
Vaksin Covid-19 yang sudah didistribusikan Bio Farma 90.368.340 dosis, AstraZeneca (Covax, B2B, dan hibah) 16.518.784 dosis, CoronaVac 1 dosis sebanyak 3 juta dosis, Moderna 7.563.318 dosis, Coronavac 2 dosis 9.990.344, dan Sinopharm (hibah) sebanyak 499.886 dosis.