LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia telah menyiapkan dua skenario terkait penanganan Covid-19 pada 2022 mendatang. Dua skenario itu pun juga bergantung pada dua asumsi terkait penularan virus SARS-CoV-2 tersebut.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, skenario pertama berdasarkan pada asumsi jika tidak ada varian baru virus yang muncul. dengan begitu, kata dia, pandemi berubah status menjadi endemi.
Baca Juga: Kasus Harian Baru Covid-19 di Indonesia Turun, Hari Ini 2.577Sedangkan skenario kedua berdasarkan asumsi masih ada varian baru yang memicu lonjakan kasus. "Kedua opsi tersebut sudah kami bicarakan dengan Kementerian Keuangan agar disiapkan anggarannya," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (13/9/2021).
Dalam skenario pertama, Budi memperkirakan akan ada 1,9 juta kasus Covid-19 di Indonesia dalam setahun. Sedangkan pada skenario kedua jumlah kasus dalam setahun bisa mencapai 3,9 juta.
"Skenario ini akan memengaruhi penanganan pada tes, perawatan, serta isolasi pasien," ujarnya.
Dia melanjutkan, Indonesia perlu melakukan 28 juta tes Covid-19 apabila skenario pertama terjadi. Pada skenario kedua, jumlah tes yang dilakukan menjadi lebih banyak yakni 58 juta.
Baca Juga: Indonesia Rencanakan Penyuntikan Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga pada 2022Dalam kedua skenario pemerintah memperkirakan sebanyak 20 persen dari kasus aktif membutuhkan perawatan di rumah sakit. Terdiri dari 15 persen pasien bergejala sedang dan 5 persen pasien membutuhkan perawatan di ruang intensif (ICU) akibat bergejala berat.
Sebanyak 80 persen kasus aktif diperkirakan terdiri dari orang-orang yang tidak memiliki gejala atau hanya merasakan gejala ringan. Budi menuturkan 64 persen di antaranya bisa menjalani isolasi terpusat di fasilitas yang disiapkan pemerintah.
Sedangkan 16 persen lainnya bisa melakukan isolasi mandiri. "Kita akan siapkan
oxygen generator, konsentrator oksigen, dan akan menambah beberapa ventilator yang akan kita distribusikan ke provinsi-provinsi," ucapnya.
Baca Juga: 3 Tahap Vaksin Sinovac Total 9,5 Juta Dosis Tiba di Tanah AirPemerintah, kata dia, akan menyiapkan fasilitas isolasi terpusat sesuai kebutuhan berdasarkan perhitungan tersebut. Sedangkan pasien yang isolasi mandiri akan mendapatkan paket obat yang bisa diakses melalui layanan telemedis.
Sementara terkait program vaksinasi, Budi menuturkan pemerintah menargetkan untuk mulai memberikan dosis ketiga kepada masyarakat. Namun pemerintah hanya akan menanggung biaya untuk masyarakat yang tidak mampu. (Sumber:
Anadolu Agency)
Baca Juga:
Target Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia: Butuh Kolaborasi Seluruh Pihak
Tiga Tips Awet Muda ala Dokter Haekal Anshari(asf)