Sassuolo rupanya mampu mengimbangi permainan Si Nyonya Tua. Bahkan, Neroverdi mampu unggul 1-0 setelah Davide Frattesi mencetak gol di menit ke-44 babak pertama.
Dortmund tampil begitu dominan atas tim strata kedua tersebut. Namun, sejumlah peluang yang mereka ciptakan tak kunjung membuahkan hasil di awal-awal pertaningan.
Nketiah dkk baru akan mengetahui lawan mereka di perempat final dalam pengundian yang bakal dilakukan pada Sabtu (30/10/2021) nanti. Arsenal untuk dua musim beruntun sukses dibawa Arteta melangkah ke perempat final.
Torino punya beberapa kesempatan untuk mencetak gol. Namun, penampilan yang cukup baik dari Ciprian Tatarusanu membuat gawang Milan masih aman dari kebobolan.
Setelah unggul 3-1, permainan Australia terlihat mengendur. Kesempatan ini langsung dimanfaatkan oleh Taufik Hidayat untuk memperkecil kedudukan menjadi 2-3 pada menit ke-84.
Di laga ini, Garuda Muda harus mewaspadai para pemain Australia. Pasalnya, dari total 24 pemain yang dibawa, Olyroos memiliki delapan pemain yang saat ini bermain di kompetisi besar benua Eropa.
Dari rekor uji coba di tahun 2021, kedua kesebelasan mencatatkan hasil berbeda. Timnas Australia U-23 belum meraih satupun kemenangan, sementara skuat Garuda mampu menorehkan catatan positif di dua laga.
Pertandingan melawan Australia akan menjadi ujian bagi skuad asuhan Shin Tae-yong. Kemenangan menjadi target realistis guna memudahkan langkah di pertemuan kedua yang akan berlangsung pada Jumat (29/10).
Bermain dihadapan pendukungnya sendiri, Setan Merah tampil menekan sejak menit awal. Namun, Liverpool mampu membungkam tuan rumah setelah Naby Keita membobol gawang David De Gea pada menit ke-5.
Koeman turut angkat bicara terkait siulan para suporter yang ditujukan kepada Luuk de Jong. Menurutnya, suporter seharusnya bisa memberikan dukungan kepada para pemain.
Chelsea langsung mendominasi permainan sejak peluit babak pertama dibunyikan. Mereka membangun serangannya dengan efektif dari lini belakang lewat umpan-umpan pendek.