Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan santri adalah pemenang masa depan. Hal tersebut disampaikan Menag Yaqut pada Webinar Internasional dalam rangka menyambut Hari Santri 2021.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qomas melihat pesantren memiliki posisi yang strategis sebagai basis alternatif ekonomi umat. Karena itu, ia mendorong pesantren untuk bisa beradaptasi dan berinovasi dengan perkembangan teknologi saat ini.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberlakukan kewajiban bersertifikat halal untuk produk obat-obatan, kosmetika dan barang gunaan. Pemberlakukan tersebut sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.
Penyelenggara kegiatan, dianjurkan menyediakan QR Code PeduliLindungi. Peserta yang hadir juga dianjurkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi di rumah ibadat
Yaqut menerangkan, setidaknya ada empat tujuan pemberian bantuan paket data. Pertama, memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan pelayanan pendidikan selama pandemi Covid-19.
Selain Pendidikan Diniyah Formal, muadalah ijazah juga diberikan kepada Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta dan Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.
Logo Hari Santri 2021 memiliki desain warna-warni yang memberikan kesan lebih fresh hasil racikan desainer senior media dakwah Pondok Pesantren Langitan, M. Shofa Ulul Azmi.
Santri tidak akan pernah memberikan celah terhadap ancaman ideologi yang dapat merusak pemikiran dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia.
Yaqut meminta para ASN meningkatkan disiplin dan berada dalam satu barisan. Hal tersebut penting dilakukan untuk mengubah citra Kemenag agar lebih progresif dan responsif.
Kemandirian pesantren bertujuan memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, dapat menjalankan fungsi pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat dengan optimal.