Pesantren Darussalam Sumedang berhasil bertransformasi dari pesantren tradisional menjadi pesantren modern yang inklusif. Di bawah kepemimpinan visioner KH. Thalib Abdulrachman dan putranya Kyai Hasan Bisri, pesantren ini menerapkan pendidikan yang memadukan nilai-nilai Islam dengan kebutuhan zaman. Dengan lokasi strategis di perkotaan dan fasilitas memadai, Pesantren Darussalam menjadi pilihan utama masyarakat untuk pendidikan Islam berkualitas yang menghasilkan santri berprestasi dan berakhlak mulia.
Pemda Provinsi Jabar berkomitmen untuk terus menguatkan keilmuan. Salah satunya dengan menyiapkan lahan 10 hektare di Kabupaten Sumedang yang akan menjadi lokasi Madrasah Insan Cendekia di bawah naungan Kemenag RI.
Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu terdiri dari enam seksi yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan biaya konstruksi Rp5,5 triliun.
Selain bangunan masjid yang indah, terdapat juga pemandangan yang menyejukkan dari Bendungan Jatigede. Dari atas ketinggian sangat pas menikmati pemandangan yang menyejukkan mata.
Opak adalah cemilan tradisional yang konon dikenal sebagai cemilan favorit khas bangsawan pada saat jaman Kerajaan Sumedang Larang. Cemilan ini cukup digemari masyarakat.
Masjid Agung Sumedang dijadikan percontohan masjid terbersih di Jawa Barat (Jabar). Tempat ini tentu akan membuat jemaah semakin nyaman untuk beribadah.