Tragedi penaklukan Baghdad 1258 oleh Hulagu Khan menjadi titik hitam sejarah Islam. Dalam 13 hari pengepungan, sejuta Muslim tewas dan perpustakaan Baghdad hancur. Kekejaman pasukan Mongol mencapai puncaknya saat Khalifah Al-Musta'shim dieksekusi dengan cara diinjak-injak pasukan berkuda di atas karpet.
Dinasti Aghlabiyah mencapai kejayaan di bawah Ziyadatullah I, berhasil menguasai Sisilia dan memperluas wilayah hingga Eropa. Prestasi maritim dan arsitektur Islam berkembang pesat, termasuk Masjid Qairawan yang megah. Namun kekuasaan berakhir pada 909 M setelah propaganda Syi'ah menyebabkan pemberontakan.
Kisah Said bin Jubair menghadapi kekejaman Hajjaj bin Yusuf mencerminkan perjuangan ulama melawan penindasan. Setelah menolak bergabung dengan pemberontakan Ibnu Asy'ats, Said melarikan diri selama 10 tahun sebelum tertangkap. Keteguhan imannya menolak mengaku kafir menjadi teladan keberanian membela keyakinan.
Kesultanan Ottoman, bermula dari suku Turki Oghuz yang mengungsi ke Asia Kecil, berkembang pesat di bawah kepemimpinan Utsman I. Melalui strategi ekspansi wilayah dan kebijakan toleransi beragama, Ottoman berhasil menguasai berbagai wilayah strategis hingga Eropa, mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan Islam terkemuka.
Drama politik Mesir kuno terungkap saat Khalifah Utsman menurunkan jabatan panglima hebat Amr bin Ash, meski berhasil mengalahkan Romawi. Penggantinya, Abdullah bin Sa'd, justru menaikkan pajak rakyat. Keputusan kontroversial ini memicu konflik kepemimpinan dan menciptakan dendam dalam sejarah Islam klasik.
Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani dalam karyanya al-Ishbah fi Tamyzis Shahbah), sahabat Nabi merupakan orang-orang yang berjumpa langsung dengan Nabi Muhammad saw
26 Rabiul Akhir mengungkap kisah luar biasa tentang keadilan dan perubahan dalam Islam. Dari wafatnya Umar bin Abdul Aziz hingga pertempuran heroik, hari ini menjadi saksi transformasi umat. Meski sering terlupakan, tanggal ini menyimpan pelajaran berharga tentang kepemimpinan dan keteguhan iman yang masih relevan di era modern. Mari jadikan momen ini sebagai inspirasi untuk terus memperbaiki diri dan masyarakat.
Maulid Nabi merupakan tradisi yang kaya akan makna dan keberagaman. Dari pembacaan kitab di Jawa hingga arak-arakan perahu di Sulawesi, perayaan ini mencerminkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mengingatkan umat Islam akan teladan Nabi Muhammad. Terlepas dari perbedaan pendapat, Maulid Nabi tetap menjadi momen penting untuk merefleksikan dan menghidupkan kembali ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Kota Kufah, saksi bisu perjalanan Islam, menyimpan jejak sejarah yang menggetarkan. Dari pusat pemerintahan Khalifah Ali hingga kelahiran ilmuwan besar, kota ini menjadi episentrum syiar Syiah. Meski diwarnai konflik, Kufah melahirkan tokoh-tokoh pemikir Islam yang mengubah dunia. Keagungan masa lalu masih terpancar melalui situs-situs bersejarah yang melegenda.
Kota Madinah sangat kaya dengan situs bersejarah yang sering dikunjungi jamaah umrah dan haji, maupun penduduk Arab Saudi. Kota ini mengingatkan mereka akan sejarah Nabi Muhammad
Di dunia yang dipenuhi dengan beragam suara dan individu-individu yang luar biasa, Profesor Joel Hayward menjadi bukti kekuatan pengetahuan bisa mengantarkan seseorang pada Islam.
Khalifah Umar bin Abdul Aziz dikenal sebagai Umar II karena kezuhudan dan integritasnya menyerupai Khalifah Umar bin Khattab. Sikap hidupnya yang sederhana bahkan terus dipelihara saat menjabat khalifah.