Ustaz Ismail menerangkan, Allah menciptakan manusia untuk hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepadaNya. Oleh karena itu, dalam menjalani kehidupan ini manusia hendaklah menyerahkan diri dengan mengabdi dan taat kepada Allah Taala dan RasulNya.
Tak jarang kaum muslimin kerapkali mengeluh akan rezeki Allah yang dianggap tak kunjung datang. Padahal tanpa disadari menghirup oksigen secara gratis pun merupakan bentuk rezeki yang Allah berikan.
Menjadi mualaf merupakan suatu anugerah yang sangat mahal bagi mereka yang mendapatkan hidayah, karena hidayah tidak kunjung datang apabila seseorang tidak berusaha mencarinya.
UAH melanjutkan, agar tidak terjebak pada segala hal terlarang yang mengarahkan manusia kepada keburukan, maka jangan pernah menempatkan sesuatu yang bukan pada tempatnya saat masuk momentum ini untuk melatih diri.
Dia kemudian menyempurnakan keislaman dengan mengunjungi Ka'bah, kiblat salat umat muslim sedunia. Di sana, dirinya mengakui air matanya mengalir deras.
Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir as-Sa'di dijelaskan bahwa Allah memberikan nikmat kepada manusia dengan nikmat-nikmat lahiriyah mapun batiniyah, Allah menjadikan dunia ini sebagai hamparan yang menjadi tempat manusia menetap dan mengambil manfaatnya.
Tidak sedikit pesepakbola kelas dunia di Eropa memeluk agama Islam sejak lahir. Deretan pemain tersebut di antaranya Mohamed Salah, Sadio Mane, Karim Benzema, Mesut Ozil, dan Riyadh Mahrez.
Allah SWT memiliki sifat al-Mahabbah (cinta), yakni Allah mencintai hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Namun cinta Allah tidak seperti cintanya makhluk.
Menurut Syekh Sulaiman Al Asyqar, ayat ini menjelaskan bahwa Adam dan Hawa mengaku berbuat salah. Keduanya mengaku telah menganiaya diri sendiri dengan terjerumus melanggar larangan Allah.
Ibnu Katsir menuturkan bahwa Adam ditunkan di Sirnadib India, sedangkan Siti Hawa diturunkan di Jeddah. Keduanya kemudian dipertemukan oleh Allah setelah Adam berdoa memohon ampun kepada Allah.