LANGIT7.ID, Jakarta - Allah Ta'ala akan memberikan hidayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Di antaranya pada gadis asal Inggris, Persephone Rizvi, yang memiliki kebiasaan berpesta di dunia gemerlap (dugem) hingga mabuk-mabukan.
Artinya, siapapun yang masih suka dugem dan terjebak di dunia gemerlap. Mengisi malam dengan berpesta dan minum alkohol hingga pagi di klub malam seperti Holywings. Masih ada kesempatan untuk bertaubat dan jalan hidayah terbuka lebar.
Kehidupan Rizvi sendiri tak jauh dari menghabiskan malam dengan pesta alkohol hingga pukul 04.00-05.00 pagi. Ia tetap meneguk alkohol saat tiba di rumah, hingga tidur dalam keadaan mabuk.
"Saya sering membuat kekacauan ketika masih remaja. Saya ingat pernah berkelahi dengan banyak gadis dan mereka menjentikkan rokok ke arah saya," kata Rizvi, dikutip
BBC News, Rabu (19/1/2022).
Pada akhirnya, Rizvi merasa lelah dengan kehidupan demikian. Ia ingin berubah. Ia mengakui alkohol membuat emosinya sulit terkontrol. Keresahan-keresahan itu yang membawa Rizvi ke pangkuan Islam.
Baca Juga: Syekh Ahmad Maeno, dari Benci Islam Kini Jadi Ulama Besar di Jepang
"Semua itu akhirnya terasa melelahkan. Saya harus mengubahnya. Saya kemudian menjadi seorang muslim. Saya masuk ke rumah sambil berkata, 'saya seorang muslim sekarang'," kata Rizvi.
Perjalanan Menuju HidayahRizvi bekerja di layanan
call centre saat mulai kuliah. Ia memiliki rekan kerja seorang muslimah bernama Haleemah. Ia mengenal Islam dari muslimah itu. Saat Ramadhan, ia menantang dirinya untuk berpuasa selama 30 hari.
"Awalnya, saya tidak berpikir untuk menganut agama. Saya berpuasa untuk menantang diri sendiri. Ego saya berkata, 'saya pasti bisa berpuasa 30 hari," katanya.
Hari pertama berpuasa, Rizvi masih berpesta dan minum alkohol. Namun, ia mengaku sudah mulai berubah. Puasa ternyata mampu meredakan egonya. ia mulai merawat diri. Pada saat itulah, ia menjawab panggilan hidayah.
Keyakinan tak bisa dipaksakan. Orang tua Rizvi penganut Kristen taat. Namun, keduanya memberikan kebebasan kepada Rizvi untuk memiliki keyakinan sendiri. Tahun pertama kuliah, ia meneliti Islam secara serius dan mempertimbangkan menjadi seorang muslim.
Baca Juga: Perjalanan Spiritual Lady Evelyn, Wanita Inggris Pertama yang Pergi Haji
"Saya bolak-balik dari kampus di Salford ke rumah orang tua di Huddersfield, tetapi mereka tidak menyadari seberapa besar minat saya pada Islam. Saya menyembunyikan dengan baik sampai suatu waktu, saya masuk ke dalam rumah menggunakan hijab sambil berkata, 'saya seorang muslim sekarang'," katanya.
Orang tua Rizvi hanya terkejut dan bingung. Ayahnya sempat mempertanyakan keputusan itu. Sang ayah takut Rizvi hanya terlalu bersemangat. Namun, Rizvi merasa yakin dengan keimanan yang telah ia miliki.
Tak Lagi Digoda Laki-laki usai BerhijabSetelah memutuskan menjadi muslimah, Rizvi membuang semua pakaian yang tak sesuai syariah islam. Ia mencopot kuku palsu, mengganti nama di media sosial, menghapus banyak foto tak pantas, hingga membuat akun
Facebook.
Rizvi tak lagi mengonsumsi alkohol dan menghindari tempat-tempat yang memungkinkan aktivitas seksual. Awalnya, Ia sangat tertutup mengenai perjalanan spiritualnya itu. Namun kini ia sudah santai. Ia juga tak mempermasalahkan jika ada teman ingin minum alkohol, ia menghargai pilihan hidup setiap orang.
Baca Juga: Penting, Ini Hal Pertama yang Harus Diajarkan kepada Mualaf
"Saya bahkan mengubah gaya hijab saya demi menutupi bagian dada, terutama ketika akan ada banyak pria di sekitar saya. Saya bisa berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa ada pria yang menyetop saya," kata Rizvi.
Ia mengaku, waktu masih berpakaian terbuka, ia selalu digoda oleh pria-pria di pinggir jalan. Bahkan, dalam kurun waktu 10 menit berjalan ke kampus, ia bisa berhenti 5 kali karena digoda para lelaki. Namun, saat mengenakan hijab, itu tak pernah terjadi lagi.
"Saya masih kuliah ketika mengucapkan dua kalimat syahadat, kalimat penanda bahwa saya resmi menjadi seorang muslim," tegas Rizvi.
(jqf)