LANGIT7.ID - , Jakarta - Menjadi mualaf bukan hal baru, banyak yang sudah melakukannya baik dari kalangan kurang mampu hingga keluarga kelas atas atau para bangsawan. Umumnya kaum bangsawan ini terpesona oleh Islam, ketika mereka melakukan perjalanan ke tanah Muslim.
Salah satunya datang dari keluarga aristokrat,
Lady Evelyn Murray. Ia lahir di Edinburgh pada akhir 1800-an dan menghabiskan masa kecilnya di Skotlandia dan Afrika Utara. Di Afrika menjadi tempat pertama dirinya mengenal Islam dan mengunjungi masjid bersama teman-teman Aljazairnya.
Baca juga: Abdullah Quilliam, Mualaf Pertama Era Victoria Penyebar Islam di Inggris"Di sana, saya belajar berbicara bahasa Arab dan kesenangan saya adalah melarikan diri dari pengasuh saya dan mengunjungi masjid dengan teman-teman
Aljazair saya. Tanpa sadar saya sedikit Muslim di hati," seperti dikisahkah BBC, dikutip Sabtu (18/6/2022).
Di tanah leluhurnya di Dunmore Park, Lady Evelyn dikenal mahir dalam menguntit rusa dan memancing ikan salmon. Sang ayah Earl of Dunmore ke-7, sering bepergian ke berbagai tujuan termasuk Cina dan Kanada. Ibunya, seorang dayang Ratu Victoria, juga dikenal sebagai seorang musafir yang rajin. Dari latar belakang kedua orang tuanya, dapat dipastikan Lady Evelyn tampaknya mewarisi nafsu berkelana mereka.
Dalam perjalanannya di Kairo, ia bertemu John Cobbold seorang pengusaha yang merupakan bagian dari dinasti tempat pembuatan bir yang mengelola Ipswich Town FC. Keduanya memadu kasih dan akhirnya menikah di Kairo. Untuk kapan tepatnya Lady masuk Islam tidak ada yang mengetahui.
"Saya sering ditanya kapan dan mengapa saya menjadi seorang Muslim. Saya hanya bisa menjawab bahwa saya tidak tahu kapan tepatnya kebenaran Islam muncul di hadapan saya. Sepertinya saya selalu menjadi seorang Muslim," tulis Lady Evelyn dalam memoarnya.
Dia melanjutkan, benih itu mungkin telah ditaburkan oleh perjalanan masa kecilnya. Keyakinan Lady Evelyn pada Islam makin diperkuat saat berlibur ke Roma, di mana dirinya bertemu dengan Paus.
Baca juga: Cerita Mualaf di Belgia Pertama Kali Puasa Ramadhan"Ketika Yang Mulia tiba-tiba berbicara kepada saya, menanyakan apakah saya seorang Katolik, saya terkejut sejenak dan kemudian menjawab bahwa saya adalah seorang Muslim," ucapnya kemudian.
"Entah apa yang merasuki saya, saya tidak tahu, karena saya tidak memikirkan Islam selama bertahun-tahun. Sebuah korek api dinyalakan dan saya saat itu juga bertekad untuk membaca dan mempelajari iman."
Menurut sejarawan William Facey, yang menulis kata pengantar untuk memoar Lady Evelyn, itu adalah aspek spiritual agama yang menarik banyak
mualaf.
"Mereka mengikuti keyakinan bahwa semua agama besar berbagi kesatuan transenden, di balik detail doktrin dangkal yang memisahkan mereka." kata Facey.
Di
Timur Tengah, Lady Evelyn dipanggil Lady Zainab oleh teman-teman Arabnya. Mereka memiliki akses luas dan menulis tentang "pengaruh dominan perempuan di budaya Muslim".
Di usia 65, Lady Evelyn menunaikan
ibadah haji ke Mekkah. Ia pun menjadi wanita Inggris pertama yang berhaji. Lady Evelyn pun menuliskan pengalaman yang disebut sebagai "ketertarikan, keajaiban, dan keindahan tanpa akhir" ke dalam buku Ziarah ke Mekkah.
Baca juga: Noor Saadeh, Musisi Klasik Mualaf yang Berdakwah Lewat PendidikanSetelahnya, sedikit yang diketahui tentang hidupnya. Selain ia bepergian untuk waktu yang singkat di Kenya. Lady Evelyn meninggal dunia di panti jompo Inverness pada tahun 1963 di usia 95 tahun.
Sebelumnya, ia mengeluarkan wasiat untuk memainkan bagpiper saat pemakaman dan menuliskan penggalan ayat Alquran di batu nisannya.
(est)