Satgas Covid-19: Penetrasi Vaksinasi Booster Masih Stagnan
fajar adhityaKamis, 14 Juli 2022 - 10:35 WIB
Ilustrasi vaksinasi penguat atau booster. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa penetrasi vaksinasi booster Covid-19 saat ini masih stagnan. Karena itulah pemerintah kembali menerapkan syarat vaksin booster bagi pelaku perjalanan dalam negeri.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, capaian vaksinasi booster tertinggi berasal dari Bali yang mencapai 58 persen. Kemudian disusul Provinsi DKI Jakarta, Kepulauan Riau, DI Yogyakarta, Jawa Barat Kalimantan Timur, tapi belum mencapai 50 persen.
"Bahkan, 28 dari 34 provinsi di Indonesia cakupannya masih di bawah 30 persen," kata Wiku saat konferensi pers, Rabu (13/7/2022).
Wiku meminta masyarakat mendukung program vaksinasi booster dengan segera melakukan injeksi di fasilitas kesehatan terdekat. Indonesia perlu kembali meningkatkan kesiapsiagaan yang lebih tinggi.
"Apalagi saat ini distribusi sub varian terbaru omicron yaitu BA.4 dan BA.5 mendominasi sekitar 81% dari varian Covid-19 nasional yang ada," katanya.
Wiku mengatakan, berkaca dari pengalaman di negara lain, umumnya puncak kasus terjadi sekitar 16 sampai 33 hari. Sedangkan puncak rawat inap sekitar 29 sampai 49 hari.
“Sejak subarian Ini pertama kali ditemukan, jika ditelaah kedua sub varian ini muncul di tanggal 6 Juni 2022 atau sekitar 36 hari yang lalu sehingga masih ada potensi kenaikan kasus ke depannya," ungkapnya.