LANGIT7.ID, Jakarta - Ombus-ombus merupakan salah satu
kue tradisional khas Batak yang terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, gula merah atau gula putih.
Kelapa parut dicampurkan dengan gula dan menjadi isian kue yang kemudian dibungkus daun pisang lalu dikukus.
Pemilik Toko Ombus-Ombus No.2, Senteria Br Siahaan mengatakan sehari-hari dia berjualan kue tradisional ini, di mana kue hasil buatannya ini dijula dengan harga yang relatif murah, yaitu Rp3 ribu per buah.
Senteria juga menjelaskan, alasan dirinya menamai toko dengan nama tersebut, karena ingin membut sesuatu yang berbeda dengan para penjual kue ombus-ombus lainnya.
Baca juga: Menikmati Kelezatan Nasi Grombyang Khas Pemalang "Kenapa namanya Ombus-ombus No. 2? Karena di Siborong-borong itu sudah banyak orang yang kasih nama ombus-ombus nomor 1. Jadi supaya beda saya kasihlah nama Ombus-ombus No. 2," kata Senteria dikutip dari laman Kemenparekraf, Senin (17/10/2022).
Bersama anak bungsu dan keluarganya, Senteria biasa memulai usaha dari pagi untuk memasak ombus-ombus di dapur tepat di belakang tokonya. Dia mengaku terbiasa menumbuk beras hingga menjadi tepung, mengaduk adonon, hingga membungkus dan mengukusnya.
"Berasnya tidak boleh beras sembarangan. Harus beras yang berkualitas, kalau saya pakai beras yang sri ramos yang paling bagus," katanya.
Senteria menceritakan bahwa dirinya meneruskan usaha orang tuanya yang sudah berjualan kue tradisional ini sejak tahun 1955, kendati sempat merantau ke Jakarta akan tetapi dia memilih kembali ke Soborong-borong dan meneruskan usaha yang dirintis orangtuanya.
"Sekitar tahun 1992, saya kembali dari Jakarta ke Silangit ini dan saya kepikiran untuk membuka usaha. Awalnya saya coba jualan kelontong, tapi kok kurang cocok rasanya, akhirnya saya putuskan untuk berdagang ombus-ombus," ungkap Senteria.
Sebelumnya, Senteria menjajakan ombus-ombus di Kota Siborong-borong. Akan tetapi, sekitar tahun 2015, dia pun memilih untuk pindah ke Simpang Muara di kawasan Silangit.
Baca juga: Menikmati Sunset Sambil Naik Unta di Pantai Kelan BaliDi lokasi yang saat ini dipilih memiliki keunggulan bagi usahanya sebab hanya berjarak sekitar 1,8 kilometer dari Bandara Silangit. Sebab, para wisatawan dan warga setempat banyak yang mampir untuk berbelanja oleh-oleh.
"Banyak pejabat yang minta sama aku, katanya mereka ingin bawa ombus-ombus untuk oleh-oleh di Jakarta. Makanya kami akhirnya pindah ke sini," ujar dia.
Menurutnya, sebelum pandemi Covid-19, dirinya bisa menjual 400-800 buah ombus-ombus setiap hari. Namun, angka tersebut menurun drastis akibat pandemi Covid-19.
"Meskipun demikian, kami tetap mencoba bertahan dan menjaga kualitas produk. Rezeki yang kami peroleh tetap mencukupi di masa pandemi ini," ungkapnya.
(sof)