home edukasi & pesantren

Di Tengah Keragaman Budaya, Ini Sikap Muslim Jika Temukan Sesajen

Jum'at, 14 Januari 2022 - 14:04 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Sesajen menjadi salah satu budaya masyarakat Indonesia yang masih bisa ditemui hingga saat ini. Kerap ditemui pula sekelompok masyarakat yang menaruh sesajen di lokasi bencana.

Maksud peletakan sesajen memang beragam. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sesajen diartikan makanan yang diberikan kepada mahluk halus. Sesajen berarti sajian atau hidangan yang memiliki nilai sakral di sebagian besar masyarakat. Acara ini dilakukan untuk ngalap berkah di tempat-tempat tertentu.

Mengutip laman handlebar-online, sesajen merupakan aktualisasi dari pikiran, keinginan, dan perasaan seseorang untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Sesajen menjadi wacana simbol yang digunakan sebagai sarana negosiasi spiritual kepada hal-hal ghaib. Ini dilakukan agar makhluk halus di atas kekuatan manusia tidak mengganggu.

Dalam Islam, ritual pemberian sesajen tergolong musyrik. Pasalnya, ritual mempersembahkan sesajen itu ditujukan kepada mahluk halus yang dianggap sebagai penguasa tempat tertentu. Itu termasuk menyekutukan Allah dengan makhluk.

Ibadah hati seperti doa, takut, berharap, tawakal, cinta, dan segala bentuk ibadah harus ditujukan kepada Allah Ta'ala.

"Janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benar-benar beriman." (QS. Ali Imran: 175)

Sesajen dan Pendekatan Dakwah yang Tepat
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
muhammadiyah dakwah pedalaman budaya masyarakat budaya lokal sesajen
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya