Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Di Tengah Keragaman Budaya, Ini Sikap Muslim Jika Temukan Sesajen

Muhajirin Jum'at, 14 Januari 2022 - 14:04 WIB
Di Tengah Keragaman Budaya, Ini Sikap Muslim Jika Temukan Sesajen
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Sesajen menjadi salah satu budaya masyarakat Indonesia yang masih bisa ditemui hingga saat ini. Kerap ditemui pula sekelompok masyarakat yang menaruh sesajen di lokasi bencana.

Maksud peletakan sesajen memang beragam. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sesajen diartikan makanan yang diberikan kepada mahluk halus. Sesajen berarti sajian atau hidangan yang memiliki nilai sakral di sebagian besar masyarakat. Acara ini dilakukan untuk ngalap berkah di tempat-tempat tertentu.

Mengutip laman handlebar-online, sesajen merupakan aktualisasi dari pikiran, keinginan, dan perasaan seseorang untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Sesajen menjadi wacana simbol yang digunakan sebagai sarana negosiasi spiritual kepada hal-hal ghaib. Ini dilakukan agar makhluk halus di atas kekuatan manusia tidak mengganggu.

Dalam Islam, ritual pemberian sesajen tergolong musyrik. Pasalnya, ritual mempersembahkan sesajen itu ditujukan kepada mahluk halus yang dianggap sebagai penguasa tempat tertentu. Itu termasuk menyekutukan Allah dengan makhluk.

Ibadah hati seperti doa, takut, berharap, tawakal, cinta, dan segala bentuk ibadah harus ditujukan kepada Allah Ta'ala.

"Janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benar-benar beriman." (QS. Ali Imran: 175)

Sesajen dan Pendekatan Dakwah yang Tepat

Budaya yang telah mengakar selama ratusan tahun, seperti sesajen, tentu tak mudah dihilangkan dengan segera. Maka itu, pola dakwah terhadap pengamal sesajen pun harus dengan cara yang baik.

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Sofa, mengatakan, mendakwahi masyarakat yang gemar melakukan sesajen tidak boleh dengan cara kasar. Misalnya, menendang atau membuang sesajen mereka. Islam menghendaki metode dakwah yang bijaksana.

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS An-Nahl: 125).

"Bahwa mempersembahkan sesaji itu merupakan perbuatan yang tidak benar, it's okay, kita semua sepakat. Namun bila reaksinya sampai seperti itu (membuang sesajen), itu tidak tepat karena ia melakukannya dengan cara yang kasar. Kalau terkesan kasar, dikhawatirkan tidak akan mendapatkan simpati," kata Sofa, dikutip laman Muhammadiyah, Jumat (14/1/2022).

Dia menyarankan agar para dai memperkuat literasi akidah dalam berdakwah. Masyarakat perlu diedukasi dalam merespon bencana, dengan pendekatan keagamaan yang benar agar tidak terjerumus dalam perbuatan syirik.

Menurut Sofa, dai juga harus mengedukasi masyarakat dalam memilih tradisi atau adat warisan leluhur yang sesuai ajaran Islam (al-'urf ash-shahihah) dan tidak sesuai (al-'urf al-fasidah) karena bertentangan dengan ajaran Islam.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)