Jarang Diketahui, Ini 5 Masjid Karya Tangan Dingin Bung Karno
Fajar adhitya
Kamis, 20 Januari 2022 - 21:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Proklamator Kemerdekaan dan Presiden pertama Indonesia, Soekarno ternyata memiliki banyak peninggalan berupa masjid. Masjid yang paling terkenal ialah masjid Istiqlal, Jakarta yang menjadi legacy besar Bung Karno.
Selain Istiqlal, Bung Karno juga sempat membangun dan merenovasi sejumlah masjid di tanah air. Inisiatif Soekarno dalam pembangunan masjid sudah sejak lama, sebelum ia membacakan proklamasi kemerdekaan RI dan menjabat sebagai presiden. Berikut ulasannya:
1. Masjid Salman Institute Teknologi Bandung (ITB)
Salman adalah nama masjid yang diberikan langsung oleh Presiden Soekarno yang terinspirasi dari salah satu nama Sahabat Nabi Muhammad, Salman Al Farisi. Salman radihallahu anhu merupakan sahabat yang berperan besar dalam kemenengan Perang Khandaq antara kaum muslimin dengan kafir Quraisy.
Baca Juga:Muslim Biker Indonesia Galang Dana Bangun Fasilitas Wudhu
Dilansir laman Salman ITB, Rektor ITB pada saat itu, Prof. Ir. O. Kosasih pada awalnya menolak rencana dibangunnya masjid di sekitar kompleks ITB. Alasannya: “Kalau orang Islam minta masjid, nanti orang komunis juga minta Lapangan Merah di ITB.”
Namun kepanitiaan yang terdiri dari Prof T.M. Soelaiman, Achmad Sadali, Imaduddin Abdulrachim, Mahmud Junus, dan lain-lain tidak lantas pasang sikap menyerah. Mereka menggalang dukungan kepada siapapun yang mereka anggap kompeten. Buah usaha mereka pun terwujud.
Selain Istiqlal, Bung Karno juga sempat membangun dan merenovasi sejumlah masjid di tanah air. Inisiatif Soekarno dalam pembangunan masjid sudah sejak lama, sebelum ia membacakan proklamasi kemerdekaan RI dan menjabat sebagai presiden. Berikut ulasannya:
1. Masjid Salman Institute Teknologi Bandung (ITB)
Salman adalah nama masjid yang diberikan langsung oleh Presiden Soekarno yang terinspirasi dari salah satu nama Sahabat Nabi Muhammad, Salman Al Farisi. Salman radihallahu anhu merupakan sahabat yang berperan besar dalam kemenengan Perang Khandaq antara kaum muslimin dengan kafir Quraisy.
Baca Juga:Muslim Biker Indonesia Galang Dana Bangun Fasilitas Wudhu
Dilansir laman Salman ITB, Rektor ITB pada saat itu, Prof. Ir. O. Kosasih pada awalnya menolak rencana dibangunnya masjid di sekitar kompleks ITB. Alasannya: “Kalau orang Islam minta masjid, nanti orang komunis juga minta Lapangan Merah di ITB.”
Namun kepanitiaan yang terdiri dari Prof T.M. Soelaiman, Achmad Sadali, Imaduddin Abdulrachim, Mahmud Junus, dan lain-lain tidak lantas pasang sikap menyerah. Mereka menggalang dukungan kepada siapapun yang mereka anggap kompeten. Buah usaha mereka pun terwujud.