LANGIT7.ID, Jakarta - Proklamator Kemerdekaan dan Presiden pertama Indonesia, Soekarno ternyata memiliki banyak peninggalan berupa masjid. Masjid yang paling terkenal ialah masjid Istiqlal, Jakarta yang menjadi legacy besar Bung Karno.
Selain Istiqlal, Bung Karno juga sempat membangun dan merenovasi sejumlah masjid di tanah air. Inisiatif Soekarno dalam pembangunan masjid sudah sejak lama, sebelum ia membacakan proklamasi kemerdekaan RI dan menjabat sebagai presiden. Berikut ulasannya:
1. Masjid Salman Institute Teknologi Bandung (ITB)Salman adalah nama masjid yang diberikan langsung oleh Presiden Soekarno yang terinspirasi dari salah satu nama Sahabat Nabi Muhammad, Salman Al Farisi. Salman radihallahu anhu merupakan sahabat yang berperan besar dalam kemenengan Perang Khandaq antara kaum muslimin dengan kafir Quraisy.
Baca Juga: Muslim Biker Indonesia Galang Dana Bangun Fasilitas WudhuDilansir laman Salman ITB, Rektor ITB pada saat itu, Prof. Ir. O. Kosasih pada awalnya menolak rencana dibangunnya masjid di sekitar kompleks ITB. Alasannya: “Kalau orang Islam minta masjid, nanti orang komunis juga minta Lapangan Merah di ITB.”
Namun kepanitiaan yang terdiri dari Prof T.M. Soelaiman, Achmad Sadali, Imaduddin Abdulrachim, Mahmud Junus, dan lain-lain tidak lantas pasang sikap menyerah. Mereka menggalang dukungan kepada siapapun yang mereka anggap kompeten. Buah usaha mereka pun terwujud.
2. Masjid PP PersisMasjid Pesantren Persatuan Islam (Persis) di Bandung, Jawa Barat adalah masjid yang langsung dirancang Soekarno. Bung Karno mendirikan masjid ini karena ingin mengenang perjuangan gurunya, HOS Tjokroaminoto dan Ahmad Hasan yang melahirkan banyak tokoh pendiri bangsa.
Baca Juga: Jumlah Masjid di NTB Lebih Banyak Dibanding DKI JakartaPada tahun 1935 pembangunan masjid dimulai dengan mengusung konsep arsitektur Timur Tengah. Selain itu, masjid tersebut dahulunya merupakan tempat singgah jika Soekarno sedang melakukan acara di Bandung.
3. Masjid Raudhatus Sa’adahMasjid yang berada di Kelurahan Muara Lakitan, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Mura, Sumatera Selatan ini diarsiteki langsung oleh Soekarno saat ia diasingkan ke Bengkulu. Masjid Raudhatus Sa’ adah dibangun pada tahun 1938 dan selesai 1940.
Menurut sejarah, pada saat itu, Pangeran Roes yang berasal dari Muara Lakitan, salah satu tokoh berjasa di pada masa penjajahan Belanda bertemu dengan soekarno. Sebagai rasa terima kasih dan sekaligus hadiah, Ir Soekarno membuat desain Masjid Raudhatus Sa’ Adah, dan diberikan kepada Pangeran Roes untuk dibangun di Muara Lakitan.
4. Masjid JamikMasjid Jamik di Bengkulu adalah salah satu masjid yang mendapat sentuhan arsitek Bung Karno. Berawal saat Soekarno diasingkan pemerintah kolonial Hindia Belanda ke Bengkulu, ia merenovasi masjid ini. Masjid yang memadukan corak Jawa-Sumatera ini memiliki ciri khas pada bagian atapnya yang memiliki tiga lapis yang melambangkan Iman, Islam, dan Ihsan.
Baca Juga: Sandiaga: Percuma Ciptakan Banyak Lapangan Kerja Kalau Tidak ShalatLapisan atap itulah yang dirancang Soekarno dan bertahan hingga kini. Saat itu, biaya untuk renovasi berasal dari hasil gotong royong masyarakat yang mengambil bahan bangunan dari Desa Air Dingin, Rejang Lebong, Bengkulu Utara.
5. Masjid SyuhadaMasjid Syuhada, masjid ini dibangun Bung Karno untuk mengenang para pejuang yang gugur menyerbu Jepang di Kotabaru pada 7 Oktober 1945. Dalam pembangunan masjid ini, bung Karno tidak hanya memberi sumbangan moril saja, tetapi juga dukungan material. Ia menyumbang Rp100.000 untuk membuat kubah persada. Sampai akhirnya masjid ini diresmikan pada 20 September 1952.
Baca Juga: Agar Hati Tenang, Ini Bacaan Doa Ketika Ada PetirBaca Juga: Masjid Kubah 99 Asmaul Husna Buka Seleksi Imam dan Muadzin(zhd)