Kebiasaan Salah Pengasuhan Anak, Bisa Jadi Orang Tua Durhaka
Muhajirin
Jum'at, 21 Januari 2022 - 18:30 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pegiat kekokohan keluarga, Ustadz Bendri Jaisyurrahman, mengingatkan para orang tua untuk selalu bercermin dari kesalahan anak. Sebab, sejatinya setiap kesalahan anak merupakan cerminan dari kesalahan orang tua.
Anak terlahir dalam keadaan fitrah (suci), tak ada noda sedikit pun. Begitu pesan Rasulullah SAW. Namun, kebiasaan salah dalam mengasuh yang membuat anak tumbuh penuh noda. Ini harus disadari, agar orang tua selalu introspeksi diri.
"Anak itu cerminan kita, maka ketika anak berbuat salah, maka introspeksi diri. Misalnya, ada orang bercermin ketika melihat noda hitam di wajah. Tidak mungkin menggosok cermin untuk menghilangkan noda itu, tapi mengusap wajah sendiri. Begitulah sejatinya dalam memandang kesalahan anak, lihat ke diri sendiri, karena anak adalah cerminan dari kita," kata Ustadz Bendri dalam satu kajian di Masjid Jogokariyan, dikutip Jumat (21/1/2022).
Kebiasaan salah dalam mengasuh yang membuat anak menyimpang. Ustadz Bendri mengutip nasehat parenting Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Tuhfatul Maudud terkait masalah ini.
Ibnu Qayyim mengatakan, betapa banyak orang yang mencelakakan anaknya di dunia dan akhirat karena tidak memberi perhatian dan tidak memberikan pendidikan adab kepada mereka.
Sikap cuek seorang ayah memiliki dampak besar bagi perkembangan seorang anak. Anak-anak lapar ayah akan tumbuh dengan sikap maskulin, bukan 'tulang lunak' tapi sifat atau karakternya cenderung mengikuti wanita, seperti suka berhias dan tak punya argumen ketika berdebat.
"Makanya, jangan jadi ayah cuek. Usahakan hadir untuk anak, apapun kesibukanmu," kata Ustadz Bendri.
Anak terlahir dalam keadaan fitrah (suci), tak ada noda sedikit pun. Begitu pesan Rasulullah SAW. Namun, kebiasaan salah dalam mengasuh yang membuat anak tumbuh penuh noda. Ini harus disadari, agar orang tua selalu introspeksi diri.
"Anak itu cerminan kita, maka ketika anak berbuat salah, maka introspeksi diri. Misalnya, ada orang bercermin ketika melihat noda hitam di wajah. Tidak mungkin menggosok cermin untuk menghilangkan noda itu, tapi mengusap wajah sendiri. Begitulah sejatinya dalam memandang kesalahan anak, lihat ke diri sendiri, karena anak adalah cerminan dari kita," kata Ustadz Bendri dalam satu kajian di Masjid Jogokariyan, dikutip Jumat (21/1/2022).
Kebiasaan salah dalam mengasuh yang membuat anak menyimpang. Ustadz Bendri mengutip nasehat parenting Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Tuhfatul Maudud terkait masalah ini.
Ibnu Qayyim mengatakan, betapa banyak orang yang mencelakakan anaknya di dunia dan akhirat karena tidak memberi perhatian dan tidak memberikan pendidikan adab kepada mereka.
Sikap cuek seorang ayah memiliki dampak besar bagi perkembangan seorang anak. Anak-anak lapar ayah akan tumbuh dengan sikap maskulin, bukan 'tulang lunak' tapi sifat atau karakternya cenderung mengikuti wanita, seperti suka berhias dan tak punya argumen ketika berdebat.
"Makanya, jangan jadi ayah cuek. Usahakan hadir untuk anak, apapun kesibukanmu," kata Ustadz Bendri.