home global news

BNPT Sebut Pesantren Berafiliasi Teroris, Cholil Nafis Minta Tak Gaduh

Jum'at, 28 Januari 2022 - 14:00 WIB
KH Cholil Nafis (foto: istimewa)
Isu terorisme di Tanah Air tak pernah surut. Tiap kali meredup, ada saja tokoh nasional yang membawa isu tersebut ke ranah publik. Seperti pernyataan heboh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar.

Dia menyebut BNPT menemukan pondok pesantren yang diduga kuat terkait atau berafiliasi dengan gerakan terorisme. Pernyataan Boy tersebut sontak memicu kontroversi di tengah masyarakat.

"Ada 11 pondok pesantren yang menjadi afiliasi Jamaah Anshorul Khalifah, 68 pondok pesantren afiliasi Jamaah Islamiyah, dan 119 pondok pesantren afiliasi Anshorud Daulah atau Simpatisan ISIS," kata Boy dalam pemaparan di Komisi III DPR, Selasa (25/1/2022) lalu.

Petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, mengatakan, pernyataan seperti itu tidak perlu. BNPT hanya menciptakan ruang kontroversi di publik. Di sisi lain, dia menganggap BNPT tak memberikan penjelasan terkait makna 'afiliasi'.

"Apa definisi afiliasi?" cuit Nafis, dikutip Jumat (28/1/2022). Dia menilai, pernyataan BNPT hanya meresahkan segenap pengelola dan pengasuh pondok pesantren.

"Kalau memang terpapar terorisme yang melanggar UU maka cabut aja izinnya atau diproses secara hukum. Kalau narasi beginian di publik cuma bikin cemburu dan tak enak hati," kata Nafis.
(jqf)
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bnpt kh cholil nafis mui peran pesantren
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya