home masjid

Umat Islam Mulai Tertarik Bangun Masjid sebagai Pusat Peradaban

Jum'at, 28 Januari 2022 - 14:15 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Umat Islam mulai terdorong menghidupkan kembali fungsi masjid seperti di zaman Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, yakni sebagai pusat peradaban. Pemerintah, organisasi masyarakat, hingga dunia perbankan, pun mulai melirik masjid sebagai fundamental pengembangan ekonomi syariah.

Sebagai pranata penting dalam kehidupan masyarakat muslim, masjid tidak cukup hanya difungsikan sebagai tempat penyelenggaraan ibadah semata. Fungsi masjid juga bisa diarahkan pada ragam kegiatan sosial yang lebih luas lagi, misalnya ekonomi, sosial, dan pendidikan.

Cendekiawan Muslim, Nurcholis Madjid telah mengudar tentang masjid sebagai basis kehidupan sosial masyarakat muslim. Supaya kegiatan melakukan shalat itu benar-benar merupakan “penegakan shalat” (iqâm al-shalâh,) dan tidak semata-mata formalitas lahiriah.

Baca Juga:Kemenag Imbau Khatib Jumat Sebarkan Ceramah Moderasi Beragama

Cak Nur memandang perlu ditanamkan kepada jamaah bahwa makna shalat itu sendiri sebagai peristiwa menghadap Allah, yang memiliki nilai keruhanian pribadi yang amat tinggi. Pada sisi lain, shalat adalah sarana pendidikan untuk menanamkan kepedulian sosial yang mendalam sebagaimana diperingatkan dalam Al-Qur'an, surat Al-Maun.

"Maka dengan tujuan amal bakti maupun pendidikan, masjid hendaknya mempunyai kegiatan sosial yang memperlihatkan rasa kemanusiaan yang tinggi, sebagai wujud al-akhlaq al-karîmah," dikutip Ensiklopedia Nurcholis Madjid.

Cak Nur lalu mengurai ragam agenda yang dapat mewujudkan masjid menjadi pusat peradaban sebagaimana yang senantiasa dicita-citakan umat Islam. Terutama dalam kaitannya dengan antusiasme anak-anak muda dengan menjadikan masjid sebagai sentra ilmu pengetahuan yang beragam.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
nurcholish madjid arsitektur masjid peradaban islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya