Simpati Dunia Tertuju pada Rayan, Bocah yang Wafat di Sumur Maroko
Muhajirin
Senin, 07 Februari 2022 - 14:17 WIB
Ilustrasi (foto: istimewa)
Bocah lelaki 5 tahun asal Maroko, Rayan Awram, wafat setelah jatuh ke dalam sebuah sumur. Peristiwa ini mengundang simpati dunia, mulai dari Vatikan hingga klub-klub sepak bola dunia, Minggu.
Kisah penyelamatan berhari-hari Awram yang berakhir dengan kegagalan itu mengantarkan rakyat Maroko dan banyak orang di dunia pada kedukaan.
Rayan jatuh ke dalam sumur itu di Desa Ighran dekat Kota Chefchaouen pada Selasa, dan tubuhnya berhasil diangkat pada Sabtu malam, setelah tim penyelamat menggali lubang di dekat sumur dan membuat terowongan untuk menjangkau bocah tersebut.
Banyak petugas penyelamat dan ratusan orang yang berkumpul di sekitar sumur dan berharap kabar baik, akhirnya tak bisa menahan kesedihan mereka saat tahu bahwa Rayan telah meninggal.
"Saya mendengar orang-orang bersorak kegirangan setelah anak itu ditemukan, berpikir dia masih hidup, tapi kemudian kami tahu tidak demikian. Saya tak pernah sesedih ini," kata seorang warga bernama Noureddine kepada Reuters, seperti dilansir Antara, Senin (7/2/2022).
Kepada Stasiun TV Pemerintah Al Oula, Orang tua Rayan menjelaskan perasaannya setelah tubuh putra mereka ditemukan.
"Ini adalah kehendak Tuhan. Saya berterima kasih kepada semua atas bantuannya," kata ibu Rayan, Ouassima Kharchich, dengan suara yang lirih.
Kisah penyelamatan berhari-hari Awram yang berakhir dengan kegagalan itu mengantarkan rakyat Maroko dan banyak orang di dunia pada kedukaan.
Rayan jatuh ke dalam sumur itu di Desa Ighran dekat Kota Chefchaouen pada Selasa, dan tubuhnya berhasil diangkat pada Sabtu malam, setelah tim penyelamat menggali lubang di dekat sumur dan membuat terowongan untuk menjangkau bocah tersebut.
Banyak petugas penyelamat dan ratusan orang yang berkumpul di sekitar sumur dan berharap kabar baik, akhirnya tak bisa menahan kesedihan mereka saat tahu bahwa Rayan telah meninggal.
"Saya mendengar orang-orang bersorak kegirangan setelah anak itu ditemukan, berpikir dia masih hidup, tapi kemudian kami tahu tidak demikian. Saya tak pernah sesedih ini," kata seorang warga bernama Noureddine kepada Reuters, seperti dilansir Antara, Senin (7/2/2022).
Kepada Stasiun TV Pemerintah Al Oula, Orang tua Rayan menjelaskan perasaannya setelah tubuh putra mereka ditemukan.
"Ini adalah kehendak Tuhan. Saya berterima kasih kepada semua atas bantuannya," kata ibu Rayan, Ouassima Kharchich, dengan suara yang lirih.