home edukasi & pesantren

UAS: Santri di Pesantren Selamat dari Efek Negatif Teknologi

Senin, 21 Februari 2022 - 08:00 WIB
Ustadz Abdul Somad di Gontor (foto: istimewa)
Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) menilai santri di pondok pesantren memiliki peluang besar terbebas dari dampak negatif teknologi, salah satunya kecanduan game online. Ini karena pondok pesantren mengontrol ketat penggunaan teknologi.

UAS menyebut, banyak anak-anak saat ini yang rusak akibat game online. Tak hanya rugi waktu, mereka juga terdampak masalah psikologis. Ia menganalogikan dampak negatif game online dengan kepala rusak.

"Bapak ibu yang sudah anaknya masuk ke pesantren, selamat, Pak," kata UAH melalui video yang diunggah di akun Instagram-nya, dikutip Senin (21/2/2022).

Saat ini, kata dia, banyak anak yang mengalami kepala rusak meski tidak keluar rumah. Mereka itu adalah anak-anak yang kecanduan teknologi, sehingga tak punya lagi batas-batasan. Lebih parah lagi anak-anak yang kecanduan game.

Meski tak keluar rumah, isi kepala mereka sejatinya rusak. "Kepalanya memang tidak pecah, tapi isi kepalanya hancur. Dia di dalam kamar, kamarnya dikunci. Di dalam rumah, rumahnya dikunci. Di dalam kompleks, kompleksnya dikunci, ada security tapi kepalanya rusak," kata UAS.

Ini yang membuat pendidikan pesantren sangat relevan di era teknologi saat ini. Pesantren tidak mengharamkan teknologi, tapi memiliki aturan ketat, sehingga santri tidak bebas berselancar di dunia maya.

Meski begitu, banyak pesantren yang sudah memiliki sistem sendiri agar para santri tidak ketinggalan zaman. Para santri tetap diperkenalkan teknologi terkini, tetapi berada dalam ruang kontrol para ustadz-ustadzah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
parenting muslim kecanduan gadget peran pesantren pesantren peran santri
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya