Media Sosial Bangun Kedekatan Emosional antara Pebisnis dan Konsumen
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 22 Februari 2022 - 15:24 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Media sosial saat ini telah menjadi salah satu platform handal yang bisa menghubungkan sekaligus membangun kedekatan emosional antara pebisnis dengan konsumennya. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, dimana ruang gerak masyarakat jadi sangat terbatas.
Platform diskusi interaktif bulanan ShopeePay Talk mengangkat topik "Dari Konten Turun ke Hati" dengan menghadirkan narasumber dari industri berbeda yaitu Dandi Sepsaditri, Founder & CEO Baso Aci Akang dari industri F&B, serta Ahmad Qois, Marketing Manager Bobobox dari industri perhotelan dan pariwisata. Tak ketinggalan, turut hadir Giorrando Grissandy, Founder & CEO Garis Temu, selaku pakar industri kreatif.
Baca juga: Netiket, 10 Etiket Berselancar di Internet dan Media Sosial
Menilik keberhasilan Dandi Sepsaditri dari Baso Aci Akang dan Ahmad Qois dari Bobobox, serta insight dan pengalaman dari pakar industri kreatif Giorrando Grissandy, terangkum tiga strategi khusus yang bisa diterapkan pada proses perencanaan konten kreatif dalam berbisnis:
Gali preferensi audiens dan tonjolkan daya pikat brand
Layaknya aset bisnis, saat ini akun media sosial juga memegang peranan penting sebagai platform penghubung antara bisnis dengan audiensnya, mulai dari konsumen, calon konsumen, hingga masyarakat secara luas. Untuk menyusun formula komunikasi yang tepat melalui konten, brand harus mengenali preferensi, kecenderungan, serta perilaku dari audiensnya.
“Kehadiran beragam platform digital, fitur, hingga tren telah membuat spektrum konten di media sosial menjadi sangat luas dan dinamis. Untuk itu, guna menyuguhkan konten yang engaging, pebisnis harus kenal betul gaya komunikasi, preferensi, serta profil dari audiensnya." kata Founder & CEO Baso Aci Akang, Dandi Sepsaditri.
Platform diskusi interaktif bulanan ShopeePay Talk mengangkat topik "Dari Konten Turun ke Hati" dengan menghadirkan narasumber dari industri berbeda yaitu Dandi Sepsaditri, Founder & CEO Baso Aci Akang dari industri F&B, serta Ahmad Qois, Marketing Manager Bobobox dari industri perhotelan dan pariwisata. Tak ketinggalan, turut hadir Giorrando Grissandy, Founder & CEO Garis Temu, selaku pakar industri kreatif.
Baca juga: Netiket, 10 Etiket Berselancar di Internet dan Media Sosial
Menilik keberhasilan Dandi Sepsaditri dari Baso Aci Akang dan Ahmad Qois dari Bobobox, serta insight dan pengalaman dari pakar industri kreatif Giorrando Grissandy, terangkum tiga strategi khusus yang bisa diterapkan pada proses perencanaan konten kreatif dalam berbisnis:
Gali preferensi audiens dan tonjolkan daya pikat brand
Layaknya aset bisnis, saat ini akun media sosial juga memegang peranan penting sebagai platform penghubung antara bisnis dengan audiensnya, mulai dari konsumen, calon konsumen, hingga masyarakat secara luas. Untuk menyusun formula komunikasi yang tepat melalui konten, brand harus mengenali preferensi, kecenderungan, serta perilaku dari audiensnya.
“Kehadiran beragam platform digital, fitur, hingga tren telah membuat spektrum konten di media sosial menjadi sangat luas dan dinamis. Untuk itu, guna menyuguhkan konten yang engaging, pebisnis harus kenal betul gaya komunikasi, preferensi, serta profil dari audiensnya." kata Founder & CEO Baso Aci Akang, Dandi Sepsaditri.