LANGIT7.ID - , Jakarta - Media sosial saat ini telah menjadi salah satu platform handal yang bisa menghubungkan sekaligus membangun kedekatan emosional antara pebisnis dengan konsumennya. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, dimana ruang gerak masyarakat jadi sangat terbatas.
Platform diskusi interaktif bulanan ShopeePay Talk mengangkat topik "Dari Konten Turun ke Hati" dengan menghadirkan narasumber dari industri berbeda yaitu Dandi Sepsaditri, Founder & CEO Baso Aci Akang dari industri F&B, serta Ahmad Qois, Marketing Manager Bobobox dari industri perhotelan dan pariwisata. Tak ketinggalan, turut hadir Giorrando Grissandy, Founder & CEO Garis Temu, selaku pakar industri kreatif.
Baca juga: Netiket, 10 Etiket Berselancar di Internet dan Media SosialMenilik keberhasilan Dandi Sepsaditri dari Baso Aci Akang dan Ahmad Qois dari Bobobox, serta
insight dan pengalaman dari pakar industri kreatif Giorrando Grissandy, terangkum tiga strategi khusus yang bisa diterapkan pada proses perencanaan konten kreatif dalam berbisnis:
Gali preferensi audiens dan tonjolkan daya pikat brandLayaknya aset bisnis, saat ini akun media sosial juga memegang peranan penting sebagai platform penghubung antara bisnis dengan audiensnya, mulai dari konsumen, calon konsumen, hingga masyarakat secara luas. Untuk menyusun formula komunikasi yang tepat melalui konten, brand harus mengenali preferensi, kecenderungan, serta perilaku dari audiensnya.
“Kehadiran beragam platform digital, fitur, hingga tren telah membuat spektrum konten di media sosial menjadi sangat luas dan dinamis. Untuk itu, guna menyuguhkan konten yang engaging, pebisnis harus kenal betul gaya komunikasi, preferensi, serta profil dari audiensnya." kata Founder & CEO Baso Aci Akang, Dandi Sepsaditri.
Dandi menambahkan, selain mengenali konsumen, brand juga jangan lupa untuk bisa mengidentifikasi kelebihan serta daya pikat dari produk yang ditawarkan.
"Di Baso Aci Akang sendiri, kami sangat mengandalkan aspek visual demi menonjolkan keistimewaan produk kami yang notabene adalah makanan dan minuman. Seluruh konten kami dirancang untuk bisa memperlihatkan kelezatan yang diharapkan dapat menggugah selera dan mendorong konsumen untuk membeli produk kami.” tambahnya.
Baca juga: Memadukan pengalaman konsumen dengan integrasi media sosialMedia sosial yang senantiasa berevolusi seiring dengan dinamika perubahan tren dan perilaku konsumen menuntut brand untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dengan situasi terkini.
Salah satu cara yang dapat diterapkan oleh brand adalah menciptakan pengalaman konsumen yang optimal dan terintegrasi, baik secara luring maupun daring, salah satunya adalah dengan memanfaatkan platform media sosial.
Marketing Manager Bobobox Ahmad Qois, membeberkan bagaimana Bobobox tidak hanya melayani konsumen melalui layanan penginapan, tetapi juga membangun hubungan dengan konsumen melalui media sosial.
"Contohnya, belakangan ini konsep
staycation mulai marak dan menjadi kebutuhan hiburan untuk masyarakat. Situasi ini lantas kami manfaatkan untuk mengajak audiens mengeksplorasi opsi
staycation secara virtual melalui media sosial. Dengan begitu,
brand bisa terus dekat dan hadir di tengah audiens.” kata Ahmad Qois.
Baca juga: Di Tengah Kesibukan, Chairul Tanjung Sempatkan Diskusi dengan Staf di MasjidJalin kedekatan dengan persona brand yang berkarakterSedangkan bagi Giorrando Grissandy, Founder & CEO Garis Temu, aspek ‘sosial’ dalam media sosial merupakan komponen penting yang harus diperhatikan demi terjalinnya kedekatan antara brand dengan audiens. Untuk itu, audiens sebagai makhluk sosial harus menjadi fokus utamanya.
“Dalam bermedia sosial, memanusiakan brand merupakan salah satu kiat yang bisa diterapkan pada banyak aspek. Mulai dari bentuk konten yang dihasilkan, tipe informasi yang disampaikan, hingga gaya berkomunikasi yang dijalin dengan audiens." jelasnya.
Dia menambahkan, sisi humanis di balik sebuah brand yang selama ini terkesan jauh akan terasa lebih akrab, serta kepercayaan dan kedekatan pun akan terjalin. Setelah berhasil dijalankan, brand dapat menentukan ukuran parameter keberhasilan sesuai dengan target dan kebutuhan.
(est)