Pentingnya Sarapan sebelum Beraktivitas, Buru-Buru Bukan Alasan
Mahmuda attar hussein
Rabu, 23 Februari 2022 - 07:25 WIB
Ilustrasi anak sarapan pagi sebelum beraktivitas. (Foto: iStock).
Petingnya sarapan sebelum beraktivitas tak banyak diketahui oleh masyarakat sekarang. Alasannya mereka buru-buru untuk sampai ke tempat bekerja.
Sarapan umumnya mulai pukul 06.00 - 10.00. Mereka yang kerap melupakan makan pagi biasanya pekerja kantoran dan anak kuliah yang tinggal di kos-kosan.
Ahli Gizi UGM, Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih mengatakan, sarapan masih belum menjadi kebiasaan di Indonesia. Makan pagi ini harus dimulai dari masa anak-anak.
"Hampir separuh anak-anak di Indonesia belum menjadikan sarapan sebagai suatu kebiasaan dengan berbagai alasan, seperti buru-buru atau sang ibu sudah berangkat kerja," kata dia dikutip Selasa (22/2/2022).
Baca Juga:Ajarkan Anak Arti Kegagalan sebagai Proses Pembelajaran
Data Survei Diet Total (SDT) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan tahun 2020 menunjukkan, dari 25.000 anak usia 6-12 tahun di 34 provinsi, 47,7 persen di antaranya belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan.
Bahkan 66,8 persen anak sarapan dengan kualitas gizi rendah atau belum terpenuhi kebutuhan gizinya, terutama asupan vitamin dan mineral.
Sarapan umumnya mulai pukul 06.00 - 10.00. Mereka yang kerap melupakan makan pagi biasanya pekerja kantoran dan anak kuliah yang tinggal di kos-kosan.
Ahli Gizi UGM, Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih mengatakan, sarapan masih belum menjadi kebiasaan di Indonesia. Makan pagi ini harus dimulai dari masa anak-anak.
"Hampir separuh anak-anak di Indonesia belum menjadikan sarapan sebagai suatu kebiasaan dengan berbagai alasan, seperti buru-buru atau sang ibu sudah berangkat kerja," kata dia dikutip Selasa (22/2/2022).
Baca Juga:Ajarkan Anak Arti Kegagalan sebagai Proses Pembelajaran
Data Survei Diet Total (SDT) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan tahun 2020 menunjukkan, dari 25.000 anak usia 6-12 tahun di 34 provinsi, 47,7 persen di antaranya belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan.
Bahkan 66,8 persen anak sarapan dengan kualitas gizi rendah atau belum terpenuhi kebutuhan gizinya, terutama asupan vitamin dan mineral.