Gus Baha: Ber-NU Tanpa Harus Benci Muhammadiyah
Muhajirin
Selasa, 01 Maret 2022 - 17:00 WIB
Kitab Pegon Muhammadiyah dengan corak fikih yang mirip NU (foto: istimewa)
KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan ormas Islam yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jama'ah. Sehingga, orang NU tak perlu membenci keberadaan Muhammadiyah.
Gus Baha mengaku mendapat pesan serupa dari KH Ali Maksum (1915-1989) dan KH Maimun Zubair (Mbah Moen). Mbah Ali memang dikenal sebagai sosok yang suka menjalin silaturahmi.
Saat semangat organisasi keagamaan menguat, Mbah Ali memperluas kualitas kultur keberagaman melalui jalinan tali persahabatan dengan beberapa tokoh lintas generasi dna organisasi, termasuk KH Azhar Basyir, seorang tokoh sekaligus Ketua PP Muhammadiyah (1990-1995).
Baca juga: Makna Surah Ad-Dhuha ayat 9-11, Pedoman Ahmad Dahlan ke Kaum Dhuafa
Sementara, Mbah Moen dikenal sebagai sosok kiai kharismatik yang menjadi panutan dalam menggalang kerukunan bangsa, terkhusus antara Muhammadiyah dan NU. Ia menjadi salah satu tokoh penyambung silaturahmi antara Muhammadiyah dan NU.
"Kamu harus NU dan mempertahankan NU, tapi tidak dengan cara membenci Muhammadiyah," kata Gus Baha mengenang petuah KH Ali Maksum dan Mbah Moen dalam salah satu tausiyahnya, dikutip kanal Kamera Santri, Selasa (1/3/2022).
Gus Baha mengaku mendapat cerita langsung dari Mbah Moen mengenai persaudaraan NU dan Muhammadiyah. Kedua tokoh pendiri ormas Islam terbesar itu, KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan, memiliki guru yang sama, di antaranya Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dan Mbah Sholeh Darat as-Samarani.
Gus Baha mengaku mendapat pesan serupa dari KH Ali Maksum (1915-1989) dan KH Maimun Zubair (Mbah Moen). Mbah Ali memang dikenal sebagai sosok yang suka menjalin silaturahmi.
Saat semangat organisasi keagamaan menguat, Mbah Ali memperluas kualitas kultur keberagaman melalui jalinan tali persahabatan dengan beberapa tokoh lintas generasi dna organisasi, termasuk KH Azhar Basyir, seorang tokoh sekaligus Ketua PP Muhammadiyah (1990-1995).
Baca juga: Makna Surah Ad-Dhuha ayat 9-11, Pedoman Ahmad Dahlan ke Kaum Dhuafa
Sementara, Mbah Moen dikenal sebagai sosok kiai kharismatik yang menjadi panutan dalam menggalang kerukunan bangsa, terkhusus antara Muhammadiyah dan NU. Ia menjadi salah satu tokoh penyambung silaturahmi antara Muhammadiyah dan NU.
"Kamu harus NU dan mempertahankan NU, tapi tidak dengan cara membenci Muhammadiyah," kata Gus Baha mengenang petuah KH Ali Maksum dan Mbah Moen dalam salah satu tausiyahnya, dikutip kanal Kamera Santri, Selasa (1/3/2022).
Gus Baha mengaku mendapat cerita langsung dari Mbah Moen mengenai persaudaraan NU dan Muhammadiyah. Kedua tokoh pendiri ormas Islam terbesar itu, KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan, memiliki guru yang sama, di antaranya Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dan Mbah Sholeh Darat as-Samarani.